Materi TKA

Kamis, 5 November · 25 soal · 60 menit

Fisika

TKA Fisika pada 5 November 2026: 25 soal, 60 menit, rata-rata 2,4 menit per soal.

  • Bentuk soal: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (pilih semua pernyataan yang benar), dan benar/salah per kategori.
  • Nilai dipakai kecuali soal menyebut nilai lain.
  • Lambang besaran vektor ditulis tanpa panah; tanda atau menyatakan arah pada satu sumbu yang sudah ditetapkan.
  • Cepat rambat bunyi di udara dan dipakai kecuali soal menyebut nilai lain.
  • Semua bab di bawah adalah materi resmi. Bagian di dalam bab yang berlabel “prioritas rendah” tidak ada di kisi resmi; pelajari bagian itu terakhir.

Cakupan resmi. Cakupan mengikuti Perka BSKAP No. 045/H/AN/2025 hlm. 31-37 (diverifikasi langsung ke dokumen resmi pada 1 November 2026), yang memuat enam elemen. Kinematika: pengukuran (jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca tiga lengan, angka penting), gerak lurus (GLB dan GLBB), dan gerak lengkung (parabola dengan acuan mendatar, gerak melingkar beraturan). Dinamika: hukum Newton 1-3, momentum dan impuls, dan dinamika rotasi (momen gaya, momen inersia, hukum Newton untuk rotasi). Fluida: statis dan dinamis (tekanan, Pascal, Archimedes, kontinuitas, Bernoulli). Gelombang: bunyi (karakteristik gelombang mekanik, sumber, intensitas) dan cahaya (gelombang elektromagnetik, sifat cahaya, cermin, lensa, alat optik). Kalor dan Termodinamika: kalor dan perpindahannya, pemanasan global, gas ideal (Boyle, Boyle-Gay Lussac), dan termodinamika (empat proses, hukum, mesin kalor). Kelistrikan: listrik statis (Coulomb, medan, potensial) dan rangkaian arus searah (Ohm, Kirchhoff, seri-paralel campuran, sampai daya). Keterampilan proses sains (variabel percobaan, evaluasi prosedur, membaca data) juga diujikan. Usaha dan energi tidak tercantum sebagai topik; di rangkuman ini hanya dimuat sebagai pelengkap berlabel “di luar kisi resmi” pada bab fis-04. Magnet, induksi, dan fisika modern tidak tercantum dan tidak dimuat. Bagian berikut diturunkan menjadi “prioritas rendah” karena tidak ada di kisi resmi: dimensi, ketidakpastian pengukuran, energi kinetik rotasi dan menggelinding, momentum sudut, kesetimbangan benda tegar, resonansi dawai dan pipa organa, pelayangan, interferensi, difraksi, polarisasi, kapasitor, dan alat ukur listrik. Kisi-kisi guru (bukan dokumen resmi) menambahkan indikator gerak relatif, grafik -, gerak vertikal, efek Doppler, cermin, lensa, alat optik, variabel dan prosedur percobaan kalor, serta modifikasi rangkaian listrik; semuanya dimuat di bab terkait. Jumlah soal per elemen pada ujian sebenarnya tidak tercantum di dokumen resmi.

FIS-01

Pengukuran dan Besaran

Inti. Soal menguji pembacaan alat ukur (jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca tiga lengan), angka penting, besaran pokok dan satuan SI, serta keterampilan proses sains: variabel percobaan, evaluasi prosedur, dan membaca data. Dimensi dan ketidakpastian pengukuran berprioritas rendah.

Pembacaan mikrometer sekrup 0 1 2 3 4 4,5 20 35 28 skala utama: 4,5 mm skala putar: 28 skala utama 4,5 mm skala putar 28 × 0,01 mm = 0,28 mm hasil = utama + putar 4,5 + 0,28 = 4,78 mm ketidakpastian Δx = ½ × 0,01 mm (4,780 ± 0,005) mm
Mikrometer: skala utama dibaca sampai tepi selubung, skala putar yang berimpit dengan garis acuan dikalikan skala terkecil 0,01 mm.

Rumus / kaidah.

  • Besaran pokok SI: panjang (), massa (), waktu (), arus ().
  • Besaran pokok SI lainnya: suhu (), jumlah zat (), intensitas cahaya ().
  • Besaran turunan adalah kombinasi besaran pokok; contoh gaya: .
  • Awalan SI: , , , , , , .
  • Jangka sorong: hasil = skala utama (tepat di kiri angka nol nonius) + (garis skala nonius yang berimpit ketelitian).
  • Ketelitian jangka sorong = dibagi jumlah skala nonius: 10 skala memberi , 20 skala memberi , 50 skala memberi .
  • Mikrometer sekrup: hasil = skala utama + (skala putar yang berimpit dengan garis acuan ).
  • Satu putaran penuh selubung mikrometer memajukan poros ; ketelitian lebih halus daripada jangka sorong.
  • Neraca tiga lengan: massa benda = jumlah bacaan beban penggeser pada ketiga lengan saat neraca seimbang (jarum menunjuk nol).
  • Satuan ketiga lengan sama, yaitu gram. Yang berbeda adalah skala tiap lengan: kelipatan ratusan gram, puluhan gram, dan satuan gram.
  • Skala terkecil pada lengan paling halus menentukan ketelitian neraca.
  • Angka penting (AP) = semua angka pasti + satu angka taksiran. Angka bukan nol dan nol di antara angka bukan nol adalah AP; nol di depan bukan AP; nol di belakang koma adalah AP.
  • Perkalian dan pembagian: hasil mengikuti faktor dengan AP paling sedikit.
  • Penjumlahan dan pengurangan: hasil mengikuti angka dengan desimal paling sedikit.
  • Variabel manipulasi = yang sengaja diubah; variabel respons = yang diukur; variabel kontrol = yang dijaga sama.
  • Percobaan yang adil hanya mengubah satu variabel manipulasi; variabel lain dijaga sama.
  • Membaca data: bila hasil bagi dua besaran tetap, keduanya sebanding; bila hasil kali tetap, keduanya berbanding terbalik. Simpulan harus sesuai pola data.
  • Evaluasi prosedur: kenali kesalahan (dua variabel diubah sekaligus, satuan tidak sama, pengukuran hanya sekali), lalu usulkan perbaikan (ulangi pengukuran, samakan satuan, jaga variabel kontrol).
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), dimensi: dan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), dimensi: dan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), dimensi: dua besaran hanya boleh dijumlah atau dikurangi bila dimensinya sama, dan kedua ruas persamaan fisika berdimensi sama.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), ketidakpastian pengukuran tunggal: skala terkecil alat, dengan satuan sama seperti skala alat; hasil ditulis .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi): mikrometer berskala terkecil memberi ; jangka sorong berketelitian memberi (ikuti petunjuk soal).
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), pengukuran berulang: dan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), ketidakpastian relatif: ; makin kecil KR, makin teliti.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), perambatan: untuk , ; untuk atau , ; untuk , .

Jebakan.

  • Nol di akhir angka tanpa koma ambigu: bisa berarti 2 sampai 4 AP; pakai notasi ilmiah ( berarti 3 AP).
  • Nol di akhir angka desimal dihitung sebagai AP ( punya empat); nol di depan angka bukan nol tidak dihitung ( punya dua); nol di antara angka bukan nol dihitung ( punya tiga).
  • Pada jangka sorong, skala utama dibaca di kiri angka nol nonius, bukan pada garis yang berimpit.
  • Pada mikrometer, periksa apakah garis sudah terlihat; bila terlihat, tambahkan pada skala utama.
  • Samakan satuan skala utama dan skala putar (mm atau cm) sebelum menjumlahkan.
  • Pada neraca tiga lengan, baca bacaan hanya setelah neraca seimbang; jumlahkan ketiga lengan.
  • Konversi satuan sebelum menghitung: cm ke m (dibagi 100), g ke kg (dibagi 1000), km/jam ke m/s (dibagi ).
  • Hasil perhitungan ditulis sesuai aturan AP, bukan semua digit kalkulator.
  • Prioritas rendah: ketidakpastian mutlak dijumlahkan pada penjumlahan dan pengurangan; ketidakpastian relatif dijumlahkan pada perkalian dan pembagian.

Contoh singkat. Contoh 1 (jangka sorong). Jangka sorong berketelitian : angka nol nonius berada tepat setelah garis pada skala utama, dan garis nonius ke-7 berimpit dengan satu garis skala utama. Tentukan hasil bacaan dalam mm dan cm.

  1. Skala utama .
  2. Bagian nonius .
  3. Hasil .
  4. Dalam cm: .

Jawaban: .

Contoh 2 (mikrometer sekrup). Mikrometer menunjukkan skala utama dan skala putar . Tentukan hasil bacaan; bagian ketidakpastian (langkah 3 dan 4) berprioritas rendah.

  1. Bagian putar .
  2. Hasil .
  3. Ketidakpastian .
  4. Tulis hasil sampai tiga desimal agar sesuai dengan desimal ketidakpastian: .

Jawaban: ; dengan ketidakpastian: .

Contoh 3 (neraca tiga lengan). Neraca seimbang dengan beban penggeser pada lengan ratusan gram menunjuk , lengan puluhan gram , dan lengan satuan gram . Tentukan massa benda.

  1. Lengan ratusan: .
  2. Lengan puluhan: .
  3. Lengan satuan: .
  4. Massa .
  5. Dalam kg: .

Jawaban: .

Contoh 4 (angka penting). Panjang (3 AP) dikali lebar (2 AP), lalu hitung juga .

  1. Luas .
  2. Perkalian mengikuti AP paling sedikit, yaitu 2 AP: .
  3. Jumlah .
  4. Penjumlahan mengikuti desimal paling sedikit, yaitu satu desimal: .

Jawaban: luas ; jumlah .

Contoh 5 (keterampilan proses sains). Air dipanaskan dengan kalor tetap . Massa air , , dan menghasilkan kenaikan suhu , , dan . Tentukan variabel dan pola data.

  1. Variabel manipulasi: massa air . Variabel respons: kenaikan suhu . Variabel kontrol: kalor , jenis zat, wadah, dan suhu awal.
  2. Hasil kali: ; ; .
  3. Hasil kali tetap, sehingga berbanding terbalik dengan : .
  4. Pemeriksaan dengan (): . Sesuai dengan data.
  5. Perbaikan prosedur: ulangi pengukuran tiap massa dan catat suhu awal dengan angka penting yang sama.

Jawaban: berbanding terbalik dengan ; ( dalam gram, dalam ).

FIS-02

Kinematika Gerak Lurus dan Gerak Relatif

Inti. Soal menguji jarak dan perpindahan, GLB, GLBB, gerak vertikal, grafik - dan -, serta kecepatan relatif dua benda pada satu garis lurus. Langkah pertama: tetapkan arah positif.

Grafik v-t: kemiringan dan luas t (s) v (m/s) 10 20 0 5 Δv = 10 m/s Δt = 5 s luas Kemiringan = percepatan a = (20 − 10) / 5 = 2 m/s² Luas = perpindahan x = ½ (10 + 20) × 5 = 75 m Cek dengan rumus GLBB: x = v0t + ½at² = 50 + 25 = 75 m
Pada grafik v-t, kemiringan garis adalah percepatan dan luas di bawah garis adalah perpindahan (contoh kecepatan awal 10 m/s, a = 2 m/s², t = 5 s).
Grafik x-t: mobil A menyusul mobil B t (s) x (m) 400 100 0 20 B: 15 m/s A: 20 m/s bertemu Kemiringan = kecepatan xA = 20 t xB = 100 + 15 t v relatif = 20 − 15 = 5 m/s t = 100 / 5 = 20 s Cek: xA = 20 × 20 = 400 m xB = 100 + 15 × 20 = 400 m
Pada grafik x-t, kemiringan adalah kecepatan; mobil A (20 m/s) menyusul B (15 m/s, mulai 100 m di depan) saat kedua garis berpotongan, t = 20 s.

Rumus / kaidah.

  • Jarak adalah panjang lintasan total (skalar); perpindahan adalah selisih posisi akhir dan awal (vektor).
  • Kecepatan rata-rata ; kelajuan rata-rata .
  • Pada rumus GLB dan GLBB, adalah perpindahan dari posisi awal ().
  • Pada grafik -, adalah posisi; perpindahan .
  • — GLB; kecepatan tetap (), waktu (); percepatan nol.
  • GLBB: tiga rumus berikut hanya berlaku bila percepatan tetap.
  • — kecepatan awal (), percepatan tetap ().
  • — perpindahan (); sama dengan luas di bawah grafik -.
  • — dipakai bila waktu tidak diketahui; diperoleh dengan menghilangkan dari dua rumus di atas.
  • Perlambatan berarti berlawanan arah dengan .
  • Gerak vertikal: benda hanya dipengaruhi gravitasi, percepatan ke bawah di seluruh lintasan.
  • Jatuh bebas (, hambatan udara diabaikan), diukur ke bawah dari titik lepas: .
  • Kecepatan jatuh bebas setelah waktu : ; waktu jatuh dari ketinggian : .
  • Kecepatan jatuh bebas setelah jatuh sejauh : .
  • tinggi (), percepatan gravitasi ().
  • Lemparan vertikal ke atas (arah atas positif): dan .
  • Tinggi maksimum: ; waktu sampai puncak: .
  • Waktu naik sama dengan waktu turun ke ketinggian awal.
  • Di puncak , tetapi (arah atas positif).
  • Grafik -: kemiringan = percepatan.
  • Grafik -: luas di bawah kurva = perpindahan.
  • Grafik -: kemiringan = kecepatan.
  • Gerak relatif: — kecepatan terhadap (), dengan tanda sesuai arah positif.
  • Searah: kecepatan dikurangkan; berlawanan arah: besar kecepatan dijumlahkan.

Jebakan.

  • Jarak dan perpindahan berbeda.
  • Kelajuan rata-rata bukan rata-rata hitung kelajuan. Pergi dan pulang pada jarak sama memberi , bukan .
  • Luas - di bawah sumbu waktu bernilai negatif untuk perpindahan.
  • Untuk jarak, semua luas dihitung positif.
  • Benda berbalik arah saat grafik - memotong sumbu waktu.
  • Kecepatan dalam dibagi menjadi sebelum dimasukkan ke rumus.
  • Pada gerak ke atas dengan arah atas positif, ; mencampur tanda menghasilkan tinggi yang salah.
  • Di puncak gerak vertikal, tetapi ke bawah (bukan nol).

Contoh singkat. Contoh 1 (GLBB, pengereman). Mobil melaju lalu direm dengan perlambatan tetap sampai berhenti. Tentukan waktu pengereman, jarak pengereman, dan jarak yang ditempuh pada pertama.

  1. ; .
  2. Waktu sampai berhenti: .
  3. Jarak pengereman: .
  4. Jarak pada pertama: .

Jawaban: ; ; .

Contoh 2 (grafik -). Grafik - berupa garis lurus dari ke . Tentukan percepatan dan perpindahan selama .

  1. Percepatan = kemiringan .
  2. Perpindahan = luas trapesium .
  3. Pemeriksaan dengan rumus GLBB: . Sesuai.

Jawaban: ; .

Contoh 3 (gerak vertikal). Bola dilempar vertikal ke atas dengan (). Tentukan waktu sampai puncak, tinggi maksimum, dan waktu sampai kembali ke titik lempar.

  1. .
  2. .
  3. Waktu naik sama dengan waktu turun: .
  4. Kecepatan saat kembali: (besar sama, arah ke bawah).

Jawaban: ; ; .

Contoh 4 (gerak relatif). Mobil () berada di belakang mobil () pada jalan lurus, keduanya searah. Berapa waktu menyusul ?

  1. ; .
  2. Kecepatan relatif terhadap .
  3. Waktu menyusul .

Jawaban: .

FIS-03

Gerak Lengkung: Parabola dan Melingkar

Inti. Gerak parabola adalah GLB pada sumbu ditambah GLBB pada sumbu ; kasus yang dimulai dahulu adalah parabola dengan acuan mendatar (benda dilempar mendatar dari ketinggian tertentu). Gerak melingkar beraturan (GMB) berlaju tetap, tetapi arah kecepatannya berubah sehingga ada percepatan menuju pusat.

Lintasan parabola dan komponen kecepatan 37° v0y v0x = 40 m/s v0 = 50 m/s puncak: vy = 0, v = v0x = 40 m/s h = 45 m t = 0 t = 3 s t = 6 s R = v0x × t = 40 × 6 = 240 m v0x = 50 cos 37° = 40 m/s v0y = 50 sin 37° = 30 m/s t = 2 v0y / g = 6 s h = v0y² / (2g) = 45 m
Gerak parabola dipecah menjadi GLB mendatar (kecepatan mendatar tetap) dan GLBB tegak (kecepatan tegak berkurang sampai nol di puncak); di puncak v tidak nol.
Arah v dan percepatan sentripetal pada GMB pusat r v as, Fs v as, Fs Arah v: menyinggung lintasan as dan Fs: menuju pusat Besar ω = 2π/T = 2πf, v = ωr as = v²/r = ω²r Fs = m v²/r resultan gaya ke pusat, bukan gaya tambahan Dua roda sepusat: ω sama bersinggungan atau bertali: v tepi sama
Pada gerak melingkar beraturan v selalu menyinggung lintasan, sedangkan percepatan dan gaya sentripetal selalu menuju pusat (tegak lurus v).

Rumus / kaidah.

  • Gerak parabola: hambatan udara diabaikan; komponen dan saling bebas dan dihubungkan hanya oleh waktu yang sama.
  • Parabola dengan acuan mendatar: benda dilempar mendatar dengan kecepatan dari ketinggian , sehingga .
  • — jarak mendatar (), GLB.
  • — jarak turun (), GLBB.
  • — waktu sampai tanah (); tidak bergantung pada .
  • Jangkauan mendatar: .
  • Saat tiba di tanah: , , dan .
  • Parabola dengan sudut: adalah sudut kecepatan awal terhadap horizontal.
  • — komponen horizontal (), tetap sepanjang gerak.
  • — komponen vertikal awal (); kecepatan awal ().
  • dan .
  • — waktu sampai puncak ().
  • — waktu di udara (), bila titik awal dan titik akhir setinggi.
  • — tinggi maksimum () dari titik awal.
  • berarti , berbeda dari .
  • — jangkauan (); berlaku bila titik awal dan titik akhir setinggi dan hambatan udara diabaikan.
  • berasal dari dan .
  • maksimum pada ; dan memberi sama.
  • GMB: laju konstan, tetapi arah kecepatan terus berubah; kecepatan (vektor) tidak konstan.
  • — frekuensi (); jumlah putaran.
  • — periode ().
  • — kecepatan sudut ().
  • — laju linear (); jari-jari ().
  • — percepatan sentripetal (), arah ke pusat.
  • — gaya sentripetal (satuan newton); massa ().
  • Roda sepusat: sama.
  • Roda bersinggungan atau dihubungkan tali atau sabuk: di tepi sama, sehingga .

Jebakan.

  • Di titik tertinggi , tetapi tetap, sehingga kecepatan di puncak tidak nol.
  • Bila sudut diberikan terhadap vertikal, tukar peran dan .
  • Dua benda yang dilempar mendatar dari ketinggian sama mendarat pada waktu yang sama, berapa pun -nya.
  • Bila titik akhir tidak setinggi titik awal (misalnya dilempar dari tebing), rumus dan tidak berlaku.
  • Pada kasus itu, cari dari persamaan gerak vertikal, lalu hitung .
  • GMB tidak berkecepatan konstan; yang konstan hanya lajunya. Percepatan sentripetal tidak nol.
  • Gaya sentripetal bukan gaya tambahan pada diagram benda bebas.
  • Gaya sentripetal adalah resultan gaya yang menuju pusat (tegangan, normal, berat, gesek).
  • Konversi putaran per menit: ; jari-jari dalam cm diubah ke m.

Contoh singkat. Contoh 1 (parabola dengan acuan mendatar). Bola dilempar mendatar dengan dari tepi tebing setinggi . Tentukan waktu sampai tanah, jarak mendatar, dan besar kecepatan saat tiba di tanah.

  1. .
  2. .
  3. ; (ke bawah).
  4. .

Jawaban: ; ; .

Contoh 2 (parabola dengan sudut). Bola ditendang dengan kecepatan pada sudut (; ). Tentukan waktu di udara, tinggi maksimum, dan jangkauan.

  1. ; .
  2. .
  3. .
  4. .

Jawaban: ; ; .

Contoh 3 (GMB dan hubungan roda). Roda berjari-jari berputar dan bersinggungan dengan roda berjari-jari . Tentukan , laju di tepi roda, percepatan sentripetal di tepi , dan putaran roda dalam rpm.

  1. ; .
  2. ; .
  3. .
  4. Bersinggungan: ; .
  5. Dalam rpm: .

Jawaban: ; ; ; roda berputar .

FIS-04

Hukum Newton dan Gaya (Gesek, Bidang Miring, Katrol)

Inti. Soal menguji penggambaran gaya pada tiap benda, penentuan arah gerak, lalu penerapan pada sistem satu atau dua benda. Gaya normal tidak selalu sama dengan berat. Usaha, energi, dan daya hanya dimuat di akhir bab sebagai pelengkap di luar kisi resmi.

Gaya pada balok di bidang miring kasar w = mg N fk w sin θ w cos θ θ Sejajar bidang (turun = positif): w sin θ − fk = m a Tegak lurus bidang: N = w cos θ = m g cos θ Gesek kinetik: fk = μk N = μk m g cos θ Hasil: a = g (sin θ − μk cos θ) tanpa gesek: a = g sin θ Gambar: θ = 30°, panah sebanding gaya; fk < w sin θ karena benda dipercepat turun.
Berat diuraikan: w sin θ sejajar bidang (menggerakkan turun) dan w cos θ tegak lurus bidang (diimbangi N); gesek kinetik melawan arah gerak.
Gaya pada sistem balok dan beban lewat katrol 6 kg 4 kg N = 40 N w = 40 N T = 28,8 N fk = 8 N T = 28,8 N w = 60 N Gaya penggerak = berat beban 6 × 10 = 60 N Gesek pada balok fk = 0,2 × 4 × 10 = 8 N Percepatan sistem a = (60 − 8) / (4 + 6) = 5,2 m/s² Tegangan tali (balok) T − 8 = 4 × 5,2 → T = 28,8 N Cek beban: 60 − 28,8 = 31,2 = 6 × 5,2 N = w = 40 N: tidak ada gerak tegak.
Gambar benda bebas tiap benda (skala 1,8 px per newton): katrol licin dan tali ringan, T pada kedua benda sama, sehingga beban turun dan balok bergeser ke kanan dengan a = 5,2 m/s².

Rumus / kaidah.

  • Hukum I: bila , benda diam atau bergerak lurus beraturan (kelembaman). Massa adalah ukuran kelembaman.
  • Hukum II: — resultan gaya (), massa (), percepatan (); percepatan searah resultan gaya.
  • Hukum III: ; kedua gaya bekerja pada dua benda yang berbeda.
  • — berat (), arah ke bawah.
  • — gesek statis maksimum; selama benda diam, .
  • — gesek kinetik.
  • koefisien gesek (tanpa satuan); gaya normal (satuan newton); biasanya .
  • Bidang miring bersudut : berat diuraikan menjadi (sejajar bidang, penggerak) dan (tegak lurus bidang).
  • Tanpa gaya lain yang tegak lurus bidang: .
  • Tanpa gesek, meluncur turun: .
  • Dengan gesek kinetik, meluncur turun: .
  • Dua massa tergantung pada katrol licin; katrol dan tali tak bermassa, tali tak melar; :
  • , dengan turun dan naik.
  • — tegangan tali ().
  • Dua benda dihubungkan tali pada lantai licin, benda 1 (di depan) ditarik gaya : dan .
  • Pada lift, adalah besar percepatan lift (selalu positif); gaya lantai pada penumpang (satuan newton).
  • Percepatan ke atas (dipercepat naik atau diperlambat turun): .
  • Percepatan ke bawah (dipercepat turun atau diperlambat naik): .
  • Pelengkap (di luar kisi resmi), usaha: () untuk gaya konstan; sudut antara gaya dan perpindahan, perpindahan ().
  • Pelengkap (di luar kisi resmi), energi: dan (); .
  • Pelengkap (di luar kisi resmi): energi mekanik kekal bila hanya gaya konservatif yang bekerja; dengan gesek, .
  • Pelengkap (di luar kisi resmi), daya: (satuan watt); , atau bila gaya searah kecepatan.

Jebakan.

  • Gesek statis hanya mencapai pada saat benda akan bergerak.
  • Selama benda diam, sama dengan gaya yang mencoba menggerakkannya.
  • Berat dan gaya normal bukan pasangan aksi-reaksi, karena keduanya bekerja pada benda yang sama.
  • Aksi dan reaksi tidak saling meniadakan, karena bekerja pada dua benda yang berbeda.
  • tidak berlaku di semua kasus: pada bidang miring ; pada lift atau bila ada gaya tarik miring, berubah.
  • Pada lift, yang menentukan adalah arah percepatan, bukan arah kecepatan.
  • Massa dan berat berbeda: benda berbobot .
  • Pada sistem katrol, percepatan kedua benda sama besar; tegangan tali sama di seluruh tali yang sama bila katrol licin dan bermassa diabaikan.
  • Rumus dan katrol di atas tidak berlaku bila satu massa berada di meja; tulis untuk tiap benda.
  • Pelengkap: gaya yang tegak lurus arah perpindahan () tidak melakukan usaha.

Contoh singkat. Contoh 1 (meja dan katrol). Balok di meja kasar () dihubungkan tali ringan lewat katrol licin ke beban yang tergantung. Tentukan percepatan dan tegangan tali.

  1. Gaya penggerak = berat beban .
  2. Gesek pada balok: .
  3. .
  4. Balok : , jadi .
  5. Pemeriksaan pada beban: . Sesuai.

Jawaban: ; .

Contoh 2 (bidang miring). Balok meluncur turun pada bidang miring (; ) dengan . Tentukan gaya normal, percepatan, dan kecepatan setelah menempuh dari keadaan diam.

  1. .
  2. .
  3. Gaya penggerak .
  4. .
  5. , jadi .

Jawaban: ; ; .

FIS-05

Momentum dan Impuls

Inti. Soal menguji momentum, impuls, kekekalan momentum pada tumbukan (lenting sempurna, lenting sebagian, tidak lenting sama sekali), dan koefisien restitusi. Momentum dan impuls adalah materi resmi pada elemen Dinamika. Usaha dan energi hanya muncul sebagai pelengkap pada Contoh 3 dan dibahas di bab fis-04.

Tumbukan tidak lenting lalu meluncur di lantai kasar 1. Sebelum tumbukan 2 kg 1 kg v = 3 m/s v = 0 p = 2 × 3 + 1 × 0 = 6 kg·m/s Ek = ½ × 2 × 3² = 9 J 2. Sesudah, menyatu 3 kg v′ = 2 m/s p′ = (2 + 1) × 2 = 6 kg·m/s momentum kekal Ek turun dari 9 J ke 6 J Ek = ½ × 3 × 2² = 6 J 3. Meluncur sampai berhenti 3 kg v = 2 m/s 3 kg v = 0 s = 1 m f = 0,2 × 3 × 10 = 6 N f × s = Ek: 6 × s = 6 J
Momentum kekal selama tumbukan singkat (p = 6 kg·m/s sebelum dan sesudah) tetapi energi kinetik turun dari 9 J ke 6 J; sisa 6 J habis oleh usaha gesek, f × s = 6 J, sehingga s = 1 m.
Tiga jenis tumbukan Jenis tumbukan e Momentum Energi kinetik Setelah tumbukan Lentingsempurna 1 kekal kekal terpisah, laju relatifsama besar, arah berbalik Lentingsebagian 0 < e < 1 kekal berkurang terpisah, laju relatifmengecil (e × laju awal) Tidak lentingsama sekali 0 kekal berkurang menyatu:v′ = (m1v1 + m2v2)/(m1 + m2) e = −(v2′ − v1′) / (v2 − v1) Bola memantul: e = √(h2 / h1) Momentum kekal bila gaya luar nol atau dapat diabaikan (tumbukan sangat singkat).
Momentum kekal pada tumbukan bila gaya luar nol atau dapat diabaikan; yang membedakan jenisnya adalah koefisien restitusi e dan apakah energi kinetik ikut kekal.

Rumus / kaidah.

  • — momentum (), vektor; arah sama dengan .
  • — impuls ().
  • gaya rata-rata (), selang waktu (), dan kecepatan sebelum dan sesudah gaya bekerja.
  • Impuls sama dengan luas di bawah grafik -.
  • Waktu sentuh lebih lama berarti gaya rata-rata lebih kecil untuk yang sama (prinsip kantong udara pada mobil).
  • Kekekalan momentum: ; tanda prime menandai besaran setelah tumbukan.
  • Berlaku bila gaya luar total nol, atau gaya luar dapat diabaikan karena tumbukan berlangsung sangat singkat; berlaku pada semua jenis tumbukan, ledakan, dan tolakan.
  • Ledakan dari keadaan diam: jumlah momentum (vektor) sesudah ledakan sama dengan nol.
  • — koefisien restitusi (tanpa satuan); sama dengan laju relatif menjauh dibagi laju relatif mendekat.
  • Lenting sempurna: ; momentum dan energi kinetik kekal.
  • Lenting sebagian: ; momentum kekal, energi kinetik berkurang.
  • Tidak lenting sama sekali: ; kedua benda menyatu, energi kinetik yang hilang paling banyak.
  • Setelah menyatu: .
  • Lenting sempurna dengan benda 2 diam: dan .
  • Bola jatuh dan memantul pada lantai: ; tinggi awal, tinggi pantulan (); tinggi pantulan ke-: .
  • Gaya rata-rata: .
  • Energi kinetik: (); energi yang hilang awal akhir.

Jebakan.

  • Momentum adalah vektor: tetapkan arah positif, dan beri tanda negatif pada benda yang bergerak berlawanan.
  • Momentum kekal pada semua tumbukan; energi kinetik hanya kekal pada tumbukan lenting sempurna.
  • Pada tumbukan tidak lenting, jangan memakai kekekalan energi kinetik.
  • Pada pemantulan, dengan besar kedua kecepatan dijumlahkan (arah berbalik), bukan .
  • Kekekalan momentum berlaku bila resultan gaya luar nol (atau dapat diabaikan) dan waktu tumbukan singkat.
  • Impuls yang sama dapat dihasilkan oleh gaya kecil yang lama atau gaya besar yang singkat; jangan mencampur impuls dan gaya.
  • Soal gabungan: pakai kekekalan momentum hanya selama tumbukan, lalu hukum gerak atau usaha-energi (pelengkap) untuk gerak sesudahnya.

Contoh singkat. Contoh 1 (impuls dan restitusi). Bola bergerak ke kanan, menumbuk dinding diam, lalu memantul ke kiri. Waktu sentuh . Tentukan impuls, gaya rata-rata, dan koefisien restitusi.

  1. Ambil arah kanan positif: ; .
  2. , jadi ( ke kiri).
  3. ( ke kiri).
  4. Dinding diam: .

Jawaban: ke kiri; ke kiri; .

Contoh 2 (tumbukan lenting sempurna). Balok bergerak menumbuk balok yang diam secara lenting sempurna. Tentukan kecepatan kedua balok sesudah tumbukan.

  1. (berbalik arah).
  2. .
  3. Pemeriksaan momentum: sebelum ; sesudah . Sesuai.
  4. Pemeriksaan energi kinetik: sebelum ; sesudah . Sesuai dengan .

Jawaban: (berbalik); .

Contoh 3 (gabungan; langkah 3 sampai 5 memakai usaha-energi, pelengkap di luar kisi resmi). Balok () menabrak balok yang diam; keduanya menyatu, lalu meluncur di lantai kasar () sampai berhenti. Tentukan jarak luncur.

  1. Selama tumbukan yang sangat singkat, gesek lantai diabaikan, sehingga momentum kekal.
  2. .
  3. Energi kinetik setelah tumbukan .
  4. Gaya gesek .
  5. Usaha gesek sama dengan energi kinetik awal: , jadi .

Jawaban: .

FIS-06

Dinamika Rotasi

Inti. Soal menguji momen gaya, momen inersia, dan hukum II Newton untuk rotasi (). Energi kinetik rotasi dan menggelinding, momentum sudut, dan kesetimbangan benda tegar berprioritas rendah (tidak ada di kisi resmi).

Kesetimbangan batang dengan poros di engsel A B w = 60 N T = 30 N RA = 30 N 2 m 4 m Poros di A ∑τ = 0: T × 4 = w × 2 T × 4 = 60 × 2 = 120 T = 30 N Gaya tegak lurus ∑F = 0: RA + T = w RA = 60 − 30 = 30 N Gaya engsel RA tidak muncul pada persamaan momen di poros A.
Memilih poros di engsel A menghilangkan gaya engsel dari persamaan momen: T × 4 = w × 2, sehingga T = 30 N.

Rumus / kaidah.

  • — momen gaya (); jarak titik kerja dari poros (), sudut antara dan .
  • Lengan gaya = jarak tegak lurus dari poros ke garis kerja gaya; momen gaya penyebab percepatan sudut.
  • Pilih satu arah putar sebagai positif (misalnya berlawanan jarum jam); momen yang memutar sebaliknya bertanda negatif.
  • — momen inersia (); jarak massa ke poros (); makin jauh massa dari poros, makin besar .
  • Batang homogen sepanjang , poros tegak lurus batang di tengah: .
  • Batang homogen sepanjang , poros tegak lurus batang di ujung: .
  • Silinder pejal atau cakram, poros pada sumbu: .
  • Bola pejal, poros melalui pusat: .
  • Cincin atau silinder berongga, poros pada sumbu: .
  • — hukum II Newton untuk rotasi; percepatan sudut (), analog .
  • Kinematika rotasi (percepatan sudut tetap): dan .
  • Hubungan dengan gerak linear di tepi: dan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), energi kinetik rotasi: ().
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), menggelinding tanpa slip (): .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), menggelinding di bidang miring: ; silinder pejal , bola pejal .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), momentum sudut: (); bila , .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), kesetimbangan benda tegar: dan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), sumbu sejajar: ( momen inersia terhadap pusat massa).

Jebakan.

  • Lengan gaya harus tegak lurus garis kerja gaya; untuk gaya miring pakai .
  • Nilai bergantung pada poros; pakai rumus yang sesuai dengan letak poros (batang di ujung berbeda dari di tengah ).
  • Jangan mencampur tanda momen (searah dan berlawanan jarum jam) pada .
  • Prioritas rendah: pada menggelinding, jangan melupakan energi rotasi; percepatan hanya bergantung pada bentuk benda, bukan massa atau jari-jari.
  • Prioritas rendah: bila , yang kekal adalah , bukan .
  • Prioritas rendah: pilih poros pada titik gaya yang tidak diketahui agar gaya itu tidak muncul pada persamaan momen.

Contoh singkat. Contoh 1 (hukum II rotasi). Cakram pejal bermassa , jari-jari , berputar pada porosnya. Tali yang dililitkan di tepinya ditarik dengan gaya tangensial dari keadaan diam. Tentukan dan setelah ; langkah 5 (energi kinetik rotasi) berprioritas rendah.

  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Jawaban: ; ; (prioritas rendah) .

Contoh 2 (prioritas rendah; kesetimbangan benda tegar). Batang homogen horizontal , massa , panjang , bertumpu pada engsel di dan ditahan tali vertikal di . Tentukan tegangan tali.

  1. Berat batang , bekerja di tengah batang, berjarak dari .
  2. Poros di (gaya engsel tidak muncul): momen berat ; momen tali .
  3. Kedua momen berlawanan arah putar, sehingga memberi .
  4. .

Jawaban: .

FIS-07

Fluida Statis

Inti. Soal menguji massa jenis, tekanan hidrostatis dan tekanan mutlak, hukum Pascal pada pengangkat hidrolik, serta terapung, melayang, atau tenggelam dengan gaya apung (hukum Archimedes).

Tekanan hidrostatis dan hukum Pascal Tekanan hidrostatis Hukum Pascal P0 h = 2 m P sama ke segala arah Ph = ρ g h = 1000 × 10 × 2 = 2 × 10⁴ Pa P mutlak = P0 + Ph = 1,2 × 10⁵ Pa Jebakan: h vertikal, bukan panjang pipa F1 = 100 N F2 = 400 N A1 = 50 cm² A2 = 200 cm² F1/A1 = F2/A2 → F2 = F1 × A2/A1 = 100 × 200 / 50 = 400 N
Tekanan pada satu kedalaman sama ke segala arah dan hanya bergantung pada h vertikal; pada fluida tertutup tekanan diteruskan sama besar (Pascal).
Balok terapung: berat sama dengan gaya apung 40% 60% w = 60 N FA = 60 N air Massa jenis balok ρ = m / V = 6 / 0,01 = 600 kg/m³ 600 < 1000 → terapung Syarat terapung: FA = w ρf g Vt = m g Bagian tercelup Vt / V = ρbenda / ρf = 600 / 1000 = 60% Vt = 0,006 m³; FA = w = 60 N ρ benda < ρ fluida: terapung ρ benda = ρ fluida: melayang ρ benda > ρ fluida: tenggelam
Balok 6 kg bervolume 0,01 m³ (ρ = 600 kg/m³) terapung bila gaya apung sama dengan berat; fluida mendesak ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan, sehingga 60% balok tercelup.

Rumus / kaidah.

  • — massa jenis (); massa jenis air ().
  • — tekanan ().
  • — tekanan hidrostatis (); massa jenis fluida (), kedalaman vertikal dari permukaan ().
  • Tekanan hidrostatis tidak bergantung pada bentuk atau volume wadah; titik sedalam sama dalam fluida yang sama dan terhubung bertekanan sama.
  • Tekanan mutlak: ; tekanan ukur .
  • Tekanan atmosfer: ; soal sering memakai , ikuti soal.
  • Pipa U dengan dua cairan tak campur: ( diukur dari bidang batas).
  • Hukum Pascal: tekanan pada fluida tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.
  • — gaya (), luas penampang (); untuk penampang lingkaran .
  • dan boleh dalam asal satuannya sama.
  • — gaya apung (), arah ke atas; massa jenis fluida (), volume benda yang tercelup ().
  • Gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
  • Terapung: ; ; .
  • Melayang: ; ; .
  • Tenggelam: ; .
  • Benda homogen yang terapung diam tanpa beban tambahan: .
  • — berat benda di dalam fluida ().

Jebakan.

  • pada adalah selisih tinggi vertikal dari permukaan fluida, bukan panjang pipa miring dan bukan volume wadah.
  • pada gaya apung adalah volume yang tercelup, bukan volume total benda.
  • Gaya apung bergantung pada volume tercelup dan massa jenis fluida, bukan pada massa benda atau kedalaman (selama tercelup penuh).
  • Benda terapung memiliki (bukan dengan volume total benda); hitung dari kesetimbangan.
  • Pada pengangkat hidrolik pakai luas (atau diameter kuadrat), bukan diameter langsung. Gaya dikalikan, tetapi jarak tempuh berkurang; usaha sama.
  • Bila ditanya tekanan total di dasar, tambahkan (tekanan mutlak).
  • Konversi: .

Contoh singkat. Contoh 1 (terapung). Balok bermassa dan bervolume dilepas di air (). Apakah terapung, dan berapa volume yang tercelup?

  1. , lebih kecil dari , jadi terapung.
  2. Berat .
  3. Terapung: , sehingga .
  4. ( dari volume balok).

Jawaban: terapung; .

Contoh 2 (beban di atas balok). Balok kayu bermassa jenis dan volume dimasukkan ke air (; ). Tentukan bagian volume yang tercelup, dan massa beban maksimum di atas balok agar balok tepat tercelup seluruhnya.

  1. Terapung: , jadi volume tercelup.
  2. Berat balok .
  3. Gaya apung maksimum (tercelup penuh) .
  4. Berat beban .
  5. Massa beban .

Jawaban: volume tercelup; beban maksimum .

Contoh 3 (hidrostatis dan Pascal). Titik berkedalaman di dalam air (). Pada pengangkat hidrolik, gaya bekerja pada penampang yang terhubung ke penampang . Tentukan tekanan hidrostatis, tekanan mutlak, dan gaya pada penampang besar.

  1. .
  2. .
  3. Pascal: .
  4. .

Jawaban: ; ; .

FIS-08

Fluida Dinamis

Inti. Fluida ideal mengikuti kekekalan massa (kontinuitas) dan kekekalan energi (Bernoulli). Soal biasanya meminta kecepatan pada penampang berbeda, selisih tekanan, atau kecepatan semburan dari lubang tangki.

Pipa menyempit: kontinuitas dan Bernoulli Δh P1 P2 d1 = 10 cm, v1 = 2 m/s d2 = 5 cm, v2 = 8 m/s Kontinuitas A1v1 = A2v2 A1/A2 = (10/5)² = 4 v2 = 4 × 2 = 8 m/s Bernoulli (pipa horizontal) ΔP = ½ρ (v2² − v1²) = ½ × 1000 × (64 − 4) = 30.000 Pa sempit: v besar, P kecil
Penyempitan pipa menaikkan kecepatan (kontinuitas: luas × kecepatan tetap) dan menurunkan tekanan, terlihat dari kolom fluida yang lebih rendah di bagian sempit (gambar tidak berskala; Δh = ΔP / (ρ g) = 3 m).
Semburan dari lubang tangki (Torricelli) h = 1 m H = 4 m v = √(2gh) ≈ 4,5 m/s x = 4 m Kecepatan semburan (Torricelli) v = √(2gh) = √(2 × 10 × 1) ≈ 4,5 m/s Waktu jatuh (GLBB tegak) t = √(2H/g) = √0,8 ≈ 0,89 s Jarak mendatar (GLB) x = v t = 2√(hH) = 2√(1 × 4) = 4 m h: dari permukaan air ke lubang. H: dari lubang ke tanah. Bila h + H tetap, x terbesar saat h = H.
Kecepatan semburan v = √(2gh) bergantung pada kedalaman h dari permukaan; setelah itu air bergerak parabola dan jatuh sejauh x = 2√(hH).

Rumus / kaidah.

  • Fluida ideal: tak termampatkan, tak kental, aliran tunak (kecepatan di tiap titik tetap).
  • — debit ().
  • luas penampang (), kecepatan aliran (), volume (), waktu ().
  • — persamaan kontinuitas; pipa menyempit berarti kecepatan naik.
  • Untuk pipa bulat , jadi .
  • Persamaan Bernoulli: bernilai konstan di sepanjang garis arus.
  • tekanan (), massa jenis (), kecepatan (), ketinggian ().
  • Syarat: fluida ideal (tidak kental, tidak termampatkan), aliran tunak, sepanjang garis arus.
  • Pipa horizontal: ; kecepatan besar berarti tekanan kecil.
  • Torricelli: ; kedalaman lubang dari permukaan fluida ().
  • Torricelli berlaku untuk tangki terbuka dengan luas permukaan jauh lebih besar daripada luas lubang.
  • — jarak jatuh mendatar (); tinggi lubang di atas tanah (); waktu jatuh .
  • Venturimeter: pipa horizontal dengan penampang lebar dan sempit ; selisih tekanan (lebar dikurangi sempit).
  • — kecepatan di penampang besar ().
  • Bila selisih tekanan dibaca dari dua pipa tegak berisi fluida yang sama dengan yang mengalir, .
  • Sayap pesawat: kecepatan udara di sisi atas lebih besar, tekanan di sisi atas lebih kecil.
  • Gaya angkat sayap: ().
  • Konversi: ; ; .

Jebakan.

  • Pada pipa horizontal, penyempitan menaikkan kecepatan dan menurunkan tekanan.
  • Bila ada beda tinggi, hitung dan bersama; tekanan bisa naik atau turun.
  • Contoh: air () menyempit dari ke sambil turun memberi (tekanan naik).
  • Diameter dua kali lebih besar berarti luas empat kali lebih besar dan kecepatan seperempat.
  • Jangan membandingkan dengan secara langsung; sebanding dengan .
  • Pada Torricelli, diukur dari permukaan air ke lubang, bukan dari dasar tangki.
  • Bila tetap, paling jauh saat , yaitu .
  • Bernoulli tidak berlaku untuk fluida kental atau aliran turbulen, dan tidak dipakai melintasi pompa.
  • Pada tangki tertutup bertekanan, rumus Torricelli tidak berlaku; pakai Bernoulli dengan tekanan permukaan.
  • Konversi satuan luas dan volume ( ke , ke ) sebelum menghitung debit.

Contoh singkat. Contoh 1 (kontinuitas dan Bernoulli). Air () mengalir dalam pipa horizontal. Di penampang 1 berdiameter : kecepatan dan tekanan . Di penampang 2 diameter . Tentukan kecepatan dan tekanan di penampang 2.

  1. , jadi .
  2. .
  3. .

Jawaban: ; (tekanan di bagian lebar lebih besar ).

Contoh 2 (Torricelli). Tangki terbuka berisi air; lubang berada di bawah permukaan air dan di atas tanah. Tentukan kecepatan semburan, waktu jatuh, dan jarak mendatar jatuhnya air.

  1. .
  2. .
  3. .
  4. Pemeriksaan: .

Jawaban: ; ; .

FIS-09

Gelombang Bunyi

Inti. Soal menguji , , dan ; persamaan gelombang berjalan; intensitas dan taraf intensitas; serta efek Doppler. Resonansi dawai dan pipa organa serta pelayangan berprioritas rendah (tidak ada di kisi resmi). Sumber kesalahan terbanyak: tanda pada Doppler.

Efek Doppler: sumber mendekat sumber bergerak ke kanan dengan laju 20 m/s A: sumber mendekat λ pendek, f naik B: menjauh λ panjang, f turun Titik kecil = posisi sumber saat tiap muka gelombang dipancarkan. Mendekat (vs = −20 m/s): fp = 700 × 340 / (340 − 20) ≈ 744 Hz Menjauh (vs = +20 m/s): fp = 700 × 340 / (340 + 20) ≈ 661 Hz
Muka gelombang menumpuk di depan sumber yang bergerak (λ pendek, f naik) dan merenggang di belakangnya (λ panjang, f turun); gambar tidak berskala, gerak sumber diperbesar.
Pipa organa terbuka dan tertutup Pipa organa terbuka Pipa organa tertutup perut di kedua ujung simpul di ujung tertutup, perut di ujung terbuka f1 = v / (2L) nada dasar(harmonik ke-1) f2 = v / L nada atas ke-1(harmonik ke-2) f3 = 3v / (2L) nada atas ke-2(harmonik ke-3) f1 = v / (4L) nada dasar(harmonik ke-1) f2 = 3v / (4L) nada atas ke-1(harmonik ke-3) f3 = 5v / (4L) nada atas ke-2(harmonik ke-5) Terbuka: f1 : f2 : f3 = 1 : 2 : 3 Tertutup: f1 : f2 : f3 = 1 : 3 : 5 Titik tebal = simpul. Ujung terbuka selalu perut; ujung tertutup selalu simpul.
Pipa terbuka punya perut di kedua ujung (semua harmonik); pipa tertutup punya simpul di ujung tertutup sehingga hanya harmonik ganjil.

Rumus / kaidah.

  • Gelombang memindahkan energi tanpa memindahkan materi. Transversal: arah getar tegak lurus arah rambat (tali, cahaya). Longitudinal: sejajar arah rambat (bunyi).
  • Bunyi memerlukan medium dan tidak merambat di ruang hampa; cepat rambat ditentukan medium, frekuensi ditentukan sumber.
  • — cepat rambat (); .
  • panjang gelombang (), frekuensi (), periode ().
  • Saat gelombang pindah medium, tetap; dan berubah.
  • — gelombang merambat ke arah ; amplitudo ().
  • (); (); .
  • Tanda , yaitu , berarti gelombang merambat ke arah .
  • — intensitas (); daya sumber (), jarak ().
  • Rumus berlaku untuk sumber titik yang memancar ke segala arah, tanpa peredaman.
  • Perbandingan intensitas: .
  • — taraf intensitas (); berbasis 10.
  • — ambang dengar.
  • sumber identik: .
  • Perubahan jarak: .
  • Efek Doppler (ada di kisi guru): frekuensi yang diterima berubah karena gerak relatif sumber dan pendengar; kecepatan diukur terhadap medium (udara diam).
  • .
  • frekuensi terdengar (), frekuensi sumber (), cepat rambat bunyi ().
  • positif bila pendengar mendekati sumber, negatif bila menjauhi.
  • positif bila sumber mendekati pendengar, negatif bila menjauhi.
  • dan diukur sepanjang garis hubung sumber-pendengar.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), dawai kedua ujung terikat: , ; panjang dawai (); kedua ujung adalah simpul.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), cepat rambat pada dawai: ; tegangan (), massa per panjang ().
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), pipa organa terbuka: , ; kedua ujung adalah perut.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), pipa organa tertutup: , ; ujung tertutup adalah simpul, ujung terbuka adalah perut.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi): pipa organa tertutup hanya menghasilkan harmonik ganjil, dengan perbandingan ; nada dasarnya .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), pelayangan: () untuk dua sumber berfrekuensi hampir sama.

Jebakan.

  • Pada rumus Doppler di atas, sumber mendekat membuat positif sehingga penyebut lebih kecil dan frekuensi naik.
  • Periksa hasil: sumber atau pendengar mendekat harus memberi frekuensi lebih tinggi, menjauh lebih rendah.
  • Saat gelombang berpindah medium, frekuensi tidak berubah; yang berubah adalah dan .
  • Intensitas berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (), amplitudo dengan ; jangan memakai untuk intensitas.
  • Taraf intensitas bersifat logaritmik: dua sumber identik menambah sebesar , sepuluh sumber menambah ; bukan menggandakan nilainya.
  • Menjauh sejauh kali jarak semula menurunkan sebesar ; hubungan jarak memakai karena .
  • Prioritas rendah: nada atas ke- pada dawai dan pipa terbuka adalah harmonik ke-.
  • Prioritas rendah: pada pipa tertutup, nada atas pertama adalah harmonik ke-3; periksa dahulu jenis pipa (terbuka atau tertutup).

Contoh singkat. Contoh 1 (Doppler). Ambulans (sirene ) bergerak melewati pendengar yang diam; cepat rambat bunyi . Tentukan frekuensi yang didengar saat ambulans mendekat dan saat menjauh.

  1. (pendengar diam).
  2. Mendekat: , sehingga .
  3. , sehingga .
  4. Menjauh: , sehingga .
  5. , sehingga .

Jawaban: mendekat (lebih tinggi dari ); menjauh (lebih rendah dari ).

Contoh 2 (intensitas dan taraf intensitas). Pada jarak dari sumber titik, taraf intensitas . Tentukan intensitas pada jarak itu, taraf intensitas pada jarak , dan taraf intensitas bila ada sumber identik pada jarak .

  1. , jadi dan .
  2. Jarak : .
  3. Sepuluh sumber identik: .
  4. Daya satu sumber: .

Jawaban: ; ; ; .

Contoh 3 (prioritas rendah; pipa organa dan pelayangan). Pipa organa sepanjang dengan . Tentukan nada dasar bila pipa terbuka, nada dasar dan harmonik ketiga bila pipa tertutup, dan frekuensi pelayangan dua garpu tala dan .

  1. Terbuka: .
  2. Tertutup: .
  3. Tertutup, harmonik ketiga: .
  4. Pelayangan: .

Jawaban: ; dan ; .

FIS-10

Gelombang Cahaya

Inti. Soal menguji cahaya sebagai gelombang elektromagnetik (spektrum), sifat cahaya (pemantulan, pembiasan, pemantulan total), serta cermin, lensa, dan alat optik (lup, mikroskop, teropong). Cermin, lensa, dan alat optik adalah inti karena ada di kisi resmi dan kisi guru; kerjakan lebih dahulu. Interferensi, difraksi, dan polarisasi berprioritas rendah (tidak ada di kisi resmi).

Percobaan celah ganda Young celah ganda cahaya, λ = 600 nm d layar S1 S2 y terang pusat (m = 0) terang ke-3 (m = 3) L = 2 m Terang: d y / L = m λ (m = 0, 1, 2, …) Gelap: d y / L = (m − ½) λ (m = 1, 2, …) y3 = 3 × 6 × 10⁻⁷ × 2 / (2 × 10⁻⁴) = 1,8 × 10⁻² m = 1,8 cm (d = 0,2 mm)
Dua celah menghasilkan pita terang bila selisih lintasan d y / L bernilai kelipatan λ; jarak antar-pita sama besar (sudut kecil). Gambar tidak berskala.
Spektrum gelombang elektromagnetik frekuensi f naik, panjang gelombang λ turun Radio Mikro Inframerah Cahaya tampak Ultraviolet Sinar-X Sinar gamma merah ungu Dalam cahaya tampak: merah berfrekuensi terendah, ungu tertinggi. Semuanya merambat dengan c = λ f; c = 3 × 10⁸ m/s di vakum.
Urutan spektrum dari frekuensi rendah ke tinggi; panjang gelombang justru makin pendek karena semuanya memenuhi c = λ f. Lebar kotak tidak sebanding dengan rentang frekuensi.

Rumus / kaidah.

  • Cahaya adalah gelombang elektromagnetik transversal yang dapat merambat di vakum.
  • Spektrum elektromagnetik, frekuensi rendah ke tinggi: radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultraungu, sinar-X, sinar gamma.
  • Cahaya tampak: merah berfrekuensi terendah, ungu tertinggi.
  • Semua gelombang elektromagnetik merambat dengan ; di vakum.
  • Pemantulan: sudut datang sama dengan sudut pantul; keduanya diukur terhadap garis normal.
  • — hukum Snell; sudut datang, sudut bias, keduanya terhadap garis normal.
  • — indeks bias (tanpa satuan).
  • Cahaya masuk medium berindeks bias lebih besar: mendekati garis normal.
  • Pindah medium: tetap; dan berubah; .
  • Pemantulan total: terjadi bila cahaya dari medium berindeks bias besar ke kecil dengan sudut datang lebih besar daripada sudut kritis; dipakai pada serat optik.
  • Sudut kritis: , hanya bila .
  • Cermin dan lensa tipis: — jarak fokus, jarak benda, jarak bayangan (semua dalam satuan panjang yang sama).
  • Perbesaran: .
  • Cermin: , dengan jari-jari kelengkungan.
  • Aturan tanda: untuk cermin cekung dan lensa cembung (konvergen); untuk cermin cembung dan lensa cekung (divergen); untuk benda nyata.
  • : bayangan nyata (di depan cermin, di belakang lensa) dan terbalik. : bayangan maya dan tegak.
  • Kekuatan lensa: (dioptri, dalam meter) ( dalam cm).
  • Lup: untuk mata tak berakomodasi; untuk akomodasi maksimum; .
  • Mikroskop: , dengan dan dihitung seperti lup.
  • Teropong bintang, mata tak berakomodasi: dan panjang tubus .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), Young (sudut kecil): jarak antar celah, jarak celah ke layar, jarak dari terang pusat (semua dalam ).
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), Young, terang ke-: , ; gelap ke-: , ; jarak terang berurutan .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), celah tunggal (lebar ), gelap ke-: , ; pita terang pusat paling lebar dan paling terang.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), kisi: ; , dengan jumlah garis per meter; orde maksimum yang mungkin .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), polarisasi: hanya gelombang transversal yang dapat terpolarisasi; hukum Malus , dengan intensitas cahaya terpolarisasi yang tiba di polarisator kedua dan sudut antara arah polarisasi cahaya itu dan sumbu polarisator.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi): cahaya tak terpolarisasi berintensitas yang melewati polarisator pertama menjadi ; sudut Brewster .

Jebakan.

  • Warna cahaya ditentukan frekuensi, yang tidak berubah saat pindah medium; yang berubah adalah dan ().
  • Bila soal memberi sudut terhadap permukaan, ubah dahulu menjadi sudut terhadap garis normal ( dikurangi sudut itu); contoh: terhadap permukaan berarti sudut datang .
  • Sudut kritis hanya ada bila cahaya merambat dari medium berindeks bias besar ke kecil.
  • Pada rumus cermin dan lensa, jarak , , dan harus dalam satuan yang sama; perhatikan tanda dan .
  • Bayangan nyata terbalik dan bayangan maya tegak; memakai nilai mutlak .
  • Dioptri memakai dalam meter () atau bila dalam cm.
  • Pada lup, ; akomodasi maksimum menambah pada perbesaran.
  • Prioritas rendah: pada celah ganda untuk terang, sedangkan pada celah tunggal untuk gelap; rumus gelap Young memakai .
  • Prioritas rendah: konversi , , dan mm ke m; pada kisi, sering diberikan dalam garis/cm, ubah ke garis/m (dan , bukan ).
  • Prioritas rendah: cahaya tak terpolarisasi yang melewati polarisator pertama menjadi setengah intensitas.

Contoh singkat. Contoh 1 (cermin cekung). Benda berjarak di depan cermin cekung berjarak fokus . Tentukan jarak bayangan, perbesaran, dan sifat bayangan.

  1. .
  2. .
  3. .
  4. , jadi bayangan nyata dan terbalik.

Jawaban: ; ; nyata, terbalik, diperbesar.

Contoh 2 (lensa cembung). Benda berjarak dari lensa cembung berjarak fokus . Tentukan jarak bayangan, perbesaran, sifat bayangan, dan kekuatan lensa.

  1. .
  2. (tanda negatif: bayangan maya, tegak).
  3. .
  4. .

Jawaban: ; ; maya, tegak, diperbesar; .

Contoh 3 (alat optik). (a) Lup berjarak fokus : tentukan perbesaran untuk mata tak berakomodasi dan akomodasi maksimum. (b) Mikroskop: lensa objektif berjarak fokus dengan benda di depannya, lensa okuler berjarak fokus , mata tak berakomodasi. (c) Teropong bintang: , , mata tak berakomodasi.

  1. Lup, tak berakomodasi: .
  2. Lup, akomodasi maksimum: .
  3. Mikroskop, objektif: , jadi dan .
  4. Mikroskop, okuler (tak berakomodasi): ; .
  5. Teropong bintang: ; .

Jawaban: lup kali dan kali; mikroskop kali; teropong kali dengan tubus .

Contoh 4 (pembiasan). Cahaya datang dari udara () ke air () dengan sudut datang terhadap garis normal (). Tentukan sudut bias dan cepat rambat cahaya di air.

  1. , jadi .
  2. (lebih kecil dari : mendekati garis normal).
  3. .

Jawaban: ; .

Contoh 5 (prioritas rendah; celah ganda Young). Pada percobaan Young, , , dan . Tentukan jarak terang pusat ke terang ke-3 dan ke gelap ke-2.

  1. ; .
  2. .
  3. Terang ke-3: .
  4. Gelap ke-2: .

Jawaban: terang ke-3 pada (); gelap ke-2 pada dari terang pusat.

FIS-11

Kalor dan Perpindahannya

Inti. Soal menguji suhu dan skala termometer, perhitungan kalor (perubahan suhu dan perubahan wujud), asas Black, tiga cara perpindahan kalor, pemuaian, pemanasan global, serta variabel dan prosedur percobaan kalor.

Asas Black: air panas dan air dingin dicampur T (°C) 20 44 80 air panas 200 g, 80 °C air dingin 300 g, 20 °C ΔT = 36 °C ΔT = 24 °C T = 44 °C Asas Black (c air sama) Qlepas = Qterima 0,2 (80 − T) = 0,3 (T − 20) 16 − 0,2T = 0,3T − 6 22 = 0,5T T = 44 °C Cek m ΔT: 0,2 × 36 = 0,3 × 24 = 7,2 kg·°C
Suhu akhir berada di antara kedua suhu awal; kalor yang dilepas air panas (m ΔT = 0,2 × 36) sama dengan kalor yang diterima air dingin (0,3 × 24).

Rumus / kaidah.

  • ; selisih suhu bernilai sama dalam dan ; .
  • Skala termometer lain: .
  • Kalor adalah energi yang berpindah karena beda suhu (satuan ; ).
  • — kalor (), massa (), perubahan suhu ( atau ).
  • kalor jenis (); kapasitas kalor ().
  • — kalor perubahan wujud (); kalor laten (); suhu tetap.
  • Nilai yang umum diberikan soal: , , , .
  • Asas Black: , bila tidak ada kalor yang hilang ke lingkungan atau wadah.
  • Konduksi (zat padat, tanpa perpindahan partikel): — laju kalor ().
  • konduktivitas (), luas (), panjang ().
  • Konveksi (bersama aliran fluida): (); koefisien konveksi.
  • Radiasi (gelombang elektromagnetik, tanpa medium): — daya (); luas permukaan (), suhu mutlak ().
  • emisivitas (tanpa satuan, bernilai 0 sampai 1).
  • .
  • Suhu sambungan dua batang berpenampang sama: .
  • Pemuaian (pendukung): — koefisien muai panjang ().
  • Zat padat isotropik: koefisien muai luas , koefisien muai volume ; lubang pada logam ikut memuai seperti bahan sekitarnya.
  • Air menyimpang antara dan : volumenya terkecil (massa jenis terbesar) pada .
  • Pemanasan global: efek rumah kaca alami (oleh , , , uap air) menjaga Bumi tetap hangat, karena gas ini menyerap radiasi inframerah dari permukaan Bumi dan memancarkannya kembali ke segala arah, sebagian ke permukaan.
  • Pemanasan global terjadi karena konsentrasi gas rumah kaca meningkat sehingga suhu rata-rata permukaan Bumi, atmosfer, dan laut naik; penyebab utama peningkatan: pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi.
  • Percobaan kalor: variabel manipulasi (misalnya massa air atau lama pemanasan), variabel respons (suhu atau perubahan suhu), variabel kontrol (daya pemanas, jenis zat, wadah, suhu awal); kalor yang diserap wadah atau hilang ke lingkungan membuat hasil menyimpang dari asas Black.

Jebakan.

  • hanya berlaku bila tidak terjadi perubahan wujud; saat melebur atau mendidih, suhu tetap walau kalor terus ditambahkan.
  • Suhu pada rumus radiasi harus dalam kelvin: ; , jadi suhu mutlak dua kali lebih besar memberi daya kali.
  • Konduksi: laju sebanding dengan , , dan , dan berbanding terbalik dengan panjang .
  • Pada campuran dengan es, periksa dahulu apakah es melebur seluruhnya (bandingkan kalor yang tersedia dengan yang dibutuhkan); suhu akhir berada di antara kedua suhu awal.
  • Jangan mengacaukan kalor jenis () dengan kapasitas kalor (), dan kalori () dengan Kalori makanan ().
  • Ubah massa ke kg bila kalor jenis dalam .

Contoh singkat. Contoh 1 (asas Black). air dicampur air . Tentukan suhu akhir.

  1. Ubah massa: dan .
  2. Kalor jenis air sama dan saling meniadakan: .
  3. , jadi .
  4. .

Jawaban: .

Contoh 2 (es dan perubahan wujud). es dicampur air dalam wadah terisolasi (kapasitas wadah diabaikan). , , . Tentukan suhu akhir.

  1. Menaikkan es ke : .
  2. Meleburkan es: ; total kebutuhan .
  3. Kalor yang dilepas air sampai : , lebih besar dari , jadi semua es melebur.
  4. Sisa kalor memanaskan air.
  5. .

Jawaban: suhu akhir (semua es melebur).

Contoh 3 (konduksi). Batang tembaga () berluas penampang dan panjang ; beda suhu kedua ujung . Tentukan laju kalor.

  1. .
  2. .
  3. Pembilang ; .

Jawaban: .

FIS-12

Gas Ideal dan Termodinamika

Inti. Soal menguji persamaan keadaan gas dan hukum Boyle serta Boyle-Gay Lussac, hukum I termodinamika pada empat proses (isobarik, isokhorik, isotermal, adiabatik), usaha pada diagram -, hukum II, dan efisiensi mesin kalor (Carnot).

Siklus Carnot pada diagram P-V V P 1 2 3 4 1→2 isotermik Tt gas menyerap Qt 2→3 adiabatik, Q = 0 3→4 isotermik Tr: gas membuang Qr 4→1 adiabatik, Q = 0 luas loop = W Reservoir panas 1000 K Qt = 800 J Mesin Carnot W = 400 J Qr = 400 J Reservoir dingin 500 K η = 1 − Tr/Tt = 1 − 500/1000 = 50% W = Qt − Qr = 800 − 400 = 400 J
Siklus Carnot dua isotermik dan dua adiabatik; luas loop adalah usaha W. Mesin 1000 K / 500 K menyerap kalor 800 J dari reservoir panas dan membuang 400 J ke reservoir dingin, sehingga W = 400 J dan η = 50%.

Rumus / kaidah.

  • Gas ideal: partikel dianggap titik, tumbukan lenting sempurna, tanpa gaya antarmolekul.
  • — tekanan (), volume (), jumlah mol, suhu mutlak ().
  • ; dengan jumlah molekul.
  • Untuk gas ideal dengan jumlah mol tetap dan dalam kelvin: (Boyle-Gay Lussac).
  • Boyle ( tetap): .
  • Gay-Lussac ( tetap): .
  • Charles ( tetap): .
  • Teori kinetik (pendukung): tekanan berasal dari tumbukan molekul pada dinding; energi kinetik translasi rata-rata satu molekul (), hanya bergantung pada suhu mutlak.
  • ; energi dalam gas ideal hanya fungsi suhu: untuk gas monoatomik.
  • Hukum I: — kalor yang diserap gas (), usaha oleh gas ().
  • Usaha oleh gas = luas di bawah kurva pada diagram -.
  • Isobarik: .
  • Isokhorik: dan .
  • Isotermal (gas ideal): , , dan .
  • Adiabatik: dan .
  • Siklus: usaha neto = luas daerah yang dibatasi kurva siklus; searah jarum jam berarti mesin ().
  • Hukum II: kalor tidak mengalir spontan dari dingin ke panas; tidak ada mesin dengan efisiensi .
  • — efisiensi mesin kalor; ( dan dalam ).
  • — efisiensi Carnot (maksimum); reservoir dingin, reservoir panas (dalam ).

Jebakan.

  • Suhu wajib dalam kelvin; efisiensi yang dihitung dengan salah.
  • Tekanan dalam dan volume dalam bila memakai (; ).
  • Gas memuai: positif; gas dimampatkan: negatif.
  • Hukum I ditulis , bukan .
  • Isotermal berarti (bukan ); adiabatik berarti (bukan ): suhu gas dapat berubah pada proses adiabatik.
  • Usaha satu siklus adalah luas daerah tertutup, bukan luas di bawah satu garis.
  • Energi kinetik rata-rata molekul tidak bergantung pada jenis gas; efisiensi tidak pernah mencapai .

Contoh singkat. Contoh 1 (mesin Carnot). Mesin Carnot bekerja antara dan , menyerap kalor dari reservoir panas. Tentukan efisiensi dan usaha.

  1. ; .
  2. .
  3. .

Jawaban: ; .

Contoh 2 (isobarik). Dua mol gas ideal monoatomik dipanaskan secara isobarik dari sampai (). Tentukan usaha oleh gas, perubahan energi dalam, dan kalor yang diserap.

  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. Pemeriksaan dengan (): . Sesuai.

Jawaban: ; ; .

Contoh 3 (Boyle-Gay Lussac). Gas ideal dengan jumlah mol tetap: , , . Gas dimampatkan menjadi dan . Tentukan .

  1. , sehingga .
  2. (satuan dan saling meniadakan).
  3. .
  4. Dalam : .

Jawaban: .

FIS-13

Listrik Statis

Inti. Soal menguji gaya antar muatan (Coulomb), kuat medan listrik, serta potensial dan energi potensial listrik. Kapasitor dan rangkaian kapasitor berprioritas rendah (tidak ada di kisi resmi).

Dua kapasitor seri pada 12 V + 12 V C1 = 6 μF C2 = 3 μF Q = 24 μC V1 = 4 V Q = 24 μC V2 = 8 V Seri: Q sama Cs = (6 × 3)/(6 + 3) = 2 μF Q = Cs V = 2 × 12 = 24 μC V1 = Q/C1 = 24/6 = 4 V V2 = Q/C2 = 24/3 = 8 V V1 + V2 = 12 V C kecil mendapat tegangan besar. Paralel: V sama; C = C1 + C2
Pada kapasitor seri muatan Q sama, sedangkan tegangan terbagi berbanding terbalik dengan kapasitas (V = Q/C).

Rumus / kaidah.

  • Muatan senama tolak-menolak, berlawanan tarik-menarik; muatan kekal dan terkuantisasi ().
  • — gaya Coulomb (), bekerja sepanjang garis hubung kedua muatan.
  • , muatan (), jarak ().
  • — kuat medan (); muatan uji.
  • Muatan titik : ; arah menjauhi positif, menuju negatif.
  • Medan oleh beberapa muatan dijumlahkan secara vektor; di dalam konduktor bermuatan dalam kesetimbangan, .
  • — potensial (satuan volt), besaran skalar yang tandanya mengikuti muatan; .
  • Energi potensial dua muatan: ().
  • — usaha gaya luar memindahkan muatan (); usaha oleh medan .
  • Muatan yang dipercepat medan dari diam: .
  • Antara dua pelat sejajar: (medan seragam).
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), kapasitas: (satuan farad); pelat sejajar ; dengan dielektrik .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), seri: ; sama.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), paralel: ; sama.
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), energi kapasitor: ().

Jebakan.

  • Medan listrik dan gaya adalah vektor dan dijumlahkan dengan arah; potensial adalah skalar dan dijumlahkan dengan tanda muatan.
  • Konversi: , , .
  • Jarak diperbesar dua kali: gaya Coulomb menjadi seperempat; jarak setengahnya: gaya empat kali.
  • Titik untuk dua muatan sejenis berada di antara keduanya, lebih dekat ke muatan yang lebih kecil; untuk dua muatan berbeda jenis berada di luar, dekat muatan yang lebih kecil.
  • Prioritas rendah: seri-paralel kapasitor kebalikan dari resistor (paralel dijumlah langsung, seri dijumlah kebalikan).

Contoh singkat. Contoh 1 (Coulomb dan titik medan nol). Muatan di dan di . Tentukan gaya Coulomb antar kedua muatan dan letak titik di antara keduanya yang medan listriknya nol.

  1. .
  2. Pembilang ; (tolak-menolak, karena senama).
  3. Medan nol pada jarak dari : , sehingga .
  4. , jadi dan dari (lebih dekat ke muatan yang lebih kecil, dari ).

Jawaban: (tolak-menolak); pada dari .

Contoh 2 (medan, potensial, dan usaha). Muatan titik . Titik berjarak dan titik berjarak dari . Tentukan kuat medan di , potensial di dan , dan usaha gaya luar untuk memindahkan muatan dari ke .

  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. (positif: muatan didekatkan ke yang senama).

Jawaban: ; ; ; .

Contoh 3 (prioritas rendah; kapasitor seri). Kapasitor dan disusun seri pada . Tentukan muatan dan tegangan pada kapasitor .

  1. .
  2. (sama pada kedua kapasitor).
  3. .

Jawaban: ; .

FIS-14

Rangkaian Arus Searah

Inti. Soal menguji hukum Ohm, susunan hambatan seri-paralel campuran, hukum Kirchhoff, GGL dengan hambatan dalam, serta daya dan energi listrik (termasuk memodifikasi rangkaian). Alat ukur listrik dan jembatan Wheatstone berprioritas rendah (tidak ada di kisi resmi).

Rangkaian campuran dengan hambatan dalam baterai ε = 12 V r = 1 Ω 6 Ω 3 Ω 3 Ω I = 2 A I1 = 0,67 A I2 = 1,33 A V = 4 V V = 6 V Hambatan luar paralel: (6 × 3)/(6 + 3) = 2 Ω seri: 2 + 3 = 5 Ω Arus total I = ε/(R + r) = 12/6 = 2 A Tegangan jepit V = ε − I r = 12 − 2 = 10 V cek: 4 V + 6 V = 10 V
Hambatan paralel (6 Ω dan 3 Ω) setara 2 Ω, diseri 3 Ω menjadi 5 Ω; hambatan dalam r ikut dihitung seri, sehingga I = 2 A dan tegangan jepit 10 V.

Rumus / kaidah.

  • — kuat arus (satuan ampere); arah arus konvensional dari kutub positif ke negatif di luar sumber.
  • — tegangan (satuan volt), arus (satuan ampere), hambatan (satuan ohm).
  • Hambatan kawat: ( dalam , dalam , dalam ).
  • Seri: ; sama.
  • Paralel: ; sama; dua resistor: .
  • Kirchhoff I: .
  • Kirchhoff II: pada satu loop tertutup.
  • Tentukan dahulu arah loop.
  • bertanda bila loop melewati sumber dari kutub ke kutub , dan bertanda bila sebaliknya.
  • bertanda bila arah loop searah arus, dan bertanda bila berlawanan arah arus.
  • Arus negatif pada hasil berarti arah sebenarnya berlawanan dengan arah yang diasumsikan.
  • — GGL (satuan volt), hambatan dalam (satuan ohm).
  • Loop tunggal: , dengan GGL yang arahnya berlawanan dengan arah arus dikurangkan.
  • Tegangan jepit saat baterai mengalirkan arus keluar: ; saat baterai diisi (arus masuk lewat kutub ): ; rangkaian terbuka (): .
  • — daya (satuan watt).
  • Energi listrik: (satuan joule).
  • .
  • Pembagi tegangan (seri): ; pembagi arus (paralel, dua resistor): .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), alat ukur: amperemeter dipasang seri (hambatan dalam kecil); voltmeter dipasang paralel (hambatan dalam besar).
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi), jembatan Wheatstone seimbang (arus galvanometer nol): hasil kali hambatan yang berseberangan sama, , atau .
  • Prioritas rendah (tidak ada di kisi resmi): dan seri pada satu lengan; dan seri pada lengan lain; galvanometer menghubungkan sambungan - dengan sambungan -.

Jebakan.

  • Hambatan paralel lebih kecil dari hambatan terkecilnya.
  • Hambatan dalam baterai ikut dihitung sebagai hambatan seri; tegangan jepit lebih kecil dari saat arus mengalir.
  • Daya nominal lampu hanya benar pada tegangan nominal. Pada tegangan lain pakai dengan tetap (tegangan setengah memberi daya seperempat).
  • Pada rangkaian seri, lampu berhambatan besar lebih terang (); pada paralel, lampu berhambatan kecil lebih terang ().
  • Kirchhoff II: tentukan arah loop dan tanda dan secara konsisten; pilih satu konvensi dan jangan dicampur.
  • Prioritas rendah: amperemeter dipasang seri dan voltmeter paralel; menukarnya mengubah rangkaian dan menghasilkan bacaan salah.

Contoh singkat. Contoh 1 (seri-paralel dan hambatan dalam). Baterai dan dihubungkan ke yang diparalel dengan , lalu diseri dengan . Tentukan arus total, tegangan jepit, arus melalui , dan daya pada .

  1. ; .
  2. .
  3. .
  4. Tegangan pada gabungan paralel: (pada : ; ).
  5. Arus melalui : (arus melalui adalah ; jumlahnya ).
  6. Daya pada : .

Jawaban: ; ; ; .

Contoh 2 (Kirchhoff II, dua baterai berlawanan). Baterai () dan () dipasang dalam satu loop dengan kutub senama saling berhadapan, bersama hambatan . Tentukan arus dan tegangan jepit tiap baterai.

  1. Arus mengalir searah (yang lebih besar); dilawan, sehingga GGL neto .
  2. .
  3. Pemeriksaan loop searah arus: . Sesuai.
  4. Baterai 1 mengalirkan arus keluar: .
  5. Baterai 2 diisi (arus masuk lewat kutub ): .

Jawaban: ; ; .

Contoh 3 (daya dan energi). Lampu bertanda / dipasang pada tegangan selama jam. Tentukan hambatan lampu, daya yang dipakai, dan energi dalam kWh dan joule.

  1. .
  2. (seperempat daya nominal).
  3. .
  4. Dalam joule: .

Jawaban: ; ; .

STRATEGI

Strategi 60 menit untuk 25 soal

  • Bila satu soal belum punya arah penyelesaian setelah sekitar 2 menit, lewati dan beri tanda.
  • Kerjakan dahulu semua soal yang singkat.
  • Sisakan 8 sampai 10 menit untuk soal yang dilewati dan pemeriksaan.
  • Pilihan ganda kompleks dan benar/salah: nilai tiap pernyataan secara terpisah dengan perhitungan atau konsep, jangan menebak dari pola jawaban.
  • Tulis arah positif dan semua besaran bersatuan sebelum menghitung.
  • Konversi , , , dan ke satuan SI lebih dahulu.
  • Gunakan kecuali soal menyebut nilai lain, dan periksa satuan jawaban sebelum memilih opsi.
  • Bila hasil hitung tidak ada pada opsi, periksa kesalahan paling umum: tanda vektor, konversi satuan, dan rumus yang dipakai di luar syarat berlakunya.
  • Urutan prioritas bila waktu terbatas: Kinematika (fis-01 sampai fis-03), Dinamika (fis-04 sampai fis-06), Kelistrikan (fis-13 dan fis-14), Kalor dan Termodinamika (fis-11 dan fis-12), Gelombang (fis-09 dan fis-10; utamakan Doppler, intensitas, cermin, lensa, alat optik), lalu Fluida (fis-07 dan fis-08).
  • Kisi-kisi guru (bukan dokumen resmi) membagi 25 soal: Kinematika 7, Dinamika 4, Fluida 3, Gelombang 3, Kalor dan Termodinamika 5, Kelistrikan 3.
  • Soal berbentuk percobaan (kalor, rangkaian listrik): tentukan variabel manipulasi, respons, dan kontrol; baca pola tabel atau grafik; periksa satuan sebelum menyimpulkan.
  • Pelajari bagian berlabel “prioritas rendah” terakhir, setelah bagian lain dikuasai: dimensi, ketidakpastian, energi kinetik rotasi dan menggelinding, momentum sudut, kesetimbangan benda tegar, dawai dan pipa organa, pelayangan, interferensi, difraksi, polarisasi, kapasitor, dan alat ukur listrik.
  • Usaha, energi, dan daya (fis-04) hanya pelengkap di luar kisi resmi; jangan memprioritaskannya.