Selasa, 3 November · 30 soal · 75 menit
Bahasa Inggris
TKA Bahasa Inggris dilaksanakan pada Selasa, 3 November 2026. Ringkasan ujian:
- 30 soal dalam 75 menit, rata-rata 2,5 menit per soal.
- Ujian hanya menguji keterampilan membaca.
- Jenis teks: descriptive, recount, narrative, procedure, dan analytical exposition (hanya lima jenis ini).
- Konteks teks: sehari-hari, tempat kerja, dan akademik.
- Panjang teks: tingkat B1 sekitar 250–350 kata; tingkat A2 sekitar 200–300 kata.
- Tiga kompetensi yang diuji:
- Pemahaman tekstual: menemukan informasi, mengklasifikasi, menyusun kerangka, meringkas, dan mensintesis.
- Pemahaman inferensial: detail pendukung; topik, ide pokok, makna, target pembaca, tujuan, dan pesan moral; urutan kejadian; perbandingan; sebab-akibat; karakter; prediksi hasil.
- Evaluasi dan apresiasi: realitas dan fantasi, fakta dan opini, kecukupan dan validitas informasi, kesesuaian bagian teks, dan tanggapan terhadap isi teks.
- Bentuk soal: pilihan ganda (satu jawaban benar), pilihan ganda kompleks MCMA (pilih semua jawaban yang benar; jumlah jawaban benar tidak ditentukan), dan kategori (tiap pernyataan dikelompokkan atau dinilai benar/salah).
- Penyajian soal: soal tunggal, dan soal grup (satu teks untuk beberapa soal).
Cakupan resmi. Isi rangkuman ini mengikuti Perka BSKAP Nomor 045/H/AN/2025, bagian Bahasa Inggris (halaman 18 sampai 20). Bab 1 sampai 9 mengikuti subkompetensi resmi, bab 10 dan 11 membahas lima jenis teks resmi, dan bab 13 membahas bentuk soal. Perka tidak menetapkan jumlah soal, durasi, dan jumlah jawaban benar pada soal pilihan ganda kompleks. Angka 30 soal dan 75 menit di atas berasal dari ringkasan awal, bukan dari Perka; cocokkan dengan pengumuman panitia dan sekolah. Dua hal yang sebelumnya tidak resmi sudah diturunkan atau dihapus. Pertama, tata bahasa (tenses, conditional, passive, modal, relative clause) bukan butir uji; bab ing-12 diturunkan menjadi segmen pendek "bekal membaca" berlabel Prioritas rendah. Kedua, jenis teks di luar lima jenis resmi, yaitu hortatory exposition, tidak diujikan dan sudah dihapus dari bab ing-11. Contoh bacaan di rangkuman ini ditulis sendiri dan lebih pendek daripada teks resmi yang panjangnya 200 sampai 350 kata.
ING-01
Menemukan Informasi Eksplisit
Inti. Soal ini menguji informasi yang tertulis langsung di teks (pemahaman tekstual): siapa, apa, kapan, di mana, berapa, dan bagaimana. Pilihan jawaban hampir selalu memakai parafrase, bukan kutipan persis.
Kaidah / strategi.
- Langkah: ambil kata kunci dari pertanyaan, cari kata itu atau sinonimnya di teks, baca satu kalimat sebelum dan sesudahnya, lalu cocokkan makna kalimat dengan pilihan.
- Kata kunci yang dicari: nama, angka, tanggal, tempat, dan kata kerja utama. Kata umum seperti the, is, atau people tidak dicari.
- Bentuk pertanyaan umum: “According to the text …”, “What is mentioned in the text?”, dan “Who/When/Where/Why/How …?”.
- Jawaban yang benar dapat ditunjuk pada kalimat di teks; pengetahuan di luar teks tidak dipakai.
- Pilihan benar sering berupa parafrase: begin diganti start; buy diganti purchase; need diganti require; woke up early diganti got up at dawn.
- Kalimat aktif dan pasif bermakna sama dan pelakunya tetap: “The coach explained the task” sama dengan “The task was explained by the coach”.
- Waktu: for three months (lama), three months ago (waktu lampau), dan in the third month (urutan) berbeda makna.
- Kuantitas berurutan dari banyak ke sedikit: all, most, some, a few. “Most visitors” tidak sama dengan “all visitors”.
- Kata kualifikasi always, usually, only, all, some, never mengubah benar-salahnya pilihan.
- Kata negatif tersirat: hardly, seldom, rarely, barely, never bermakna negatif walaupun tanpa not.
- Bila sebuah pilihan memuat beberapa item (misalnya “set up cones, brought water, and checked schedules”), semua item harus cocok dengan teks.
- Soal NOT/EXCEPT meminta hal yang tidak ada di teks: temukan semua hal yang disebut, sisanya adalah jawaban.
- Dalam satu teks, urutan soal umumnya mengikuti urutan paragraf. Ini kebiasaan umum, bukan jaminan, jadi tetap cari jawaban di seluruh teks bila tidak ditemukan di paragraf yang diperkirakan.
Jebakan.
- Pilihan memakai kata yang sama persis dengan teks, tetapi maknanya diubah (angka atau pelaku diganti) atau menggabungkan fakta dari dua paragraf yang berbeda.
- Pilihan yang benar menurut pengetahuan umum, tetapi tidak disebut di teks.
- Pilihan berisi daftar yang sebagian itemnya benar dan satu itemnya salah.
- Salah menentukan pelaku (writer, coach, player) atau waktu (last month atau every Friday).
- Memilih pilihan pertama yang tampak benar tanpa memeriksa semua pilihan. Coret pilihan yang tidak dapat ditunjukkan kalimat pendukungnya.
Contoh singkat. Text: “(1) The library opens at 8 a.m. on weekdays and at 10 a.m. on Saturdays. (2) It is closed on Sundays.” Question: What time can a student enter the library on Saturday? Options: A. 8 a.m. B. 10 a.m. C. It is closed.
- Kata kunci pertanyaan: Saturday.
- Cari Saturdays di teks: kalimat (1) memuat “10 a.m. on Saturdays”.
- Hasil pencarian: pada hari Sabtu perpustakaan buka pukul 10 a.m.
- Cocokkan dengan pilihan: A (8 a.m.) berlaku untuk hari kerja, sehingga salah; C berlaku untuk hari Minggu, sehingga salah; B (10 a.m.) sesuai.
Jawaban: B.
ING-02
Mengklasifikasi, Kerangka, Ringkasan, dan Sintesis
Inti. Soal ini menguji kemampuan menyusun ulang isi teks (pemahaman tekstual tingkat lanjut). Tentukan gagasan utama tiap paragraf atau tiap bagian, lalu pilih jawaban yang mencakup gagasan itu tanpa menambah atau mengubah isi.
Kaidah / strategi.
- Empat bentuk soal: classifying, outline, summary, dan synthesizing.
- Classifying (mengelompokkan orang, benda, tempat, atau peristiwa ke kategori): dasar pengelompokan harus berasal dari teks, bukan dari pendapat sendiri atau pengetahuan luar.
- Cari kata penanda tiap item: “quiet, peaceful, relax” mengarah ke Relaxation; “protected, preserve” mengarah ke Conservation.
- Pada soal kategori, tiap pernyataan dinilai sendiri (misalnya True/False atau Sesuai/Tidak sesuai). Pola jawaban satu baris tidak disalin ke baris lain.
- Sesuai berarti didukung teks. Tidak sesuai berarti bertentangan dengan teks atau tidak disebut sama sekali di teks.
- Outline (kerangka): satu butir kerangka mewakili ide pokok satu paragraf atau satu bagian, biasanya kalimat topik. Urutan butir sama dengan urutan di teks, dan butir utama dibedakan dari rincian.
- Kerangka yang sejajar dengan jenis teks: recount = Orientation, Events, Re-orientation; analytical exposition = Thesis, Arguments, Reiteration; narrative = Orientation, Complication, Resolution (kadang Coda).
- Summary (ringkasan) benar bila memenuhi empat syarat: memuat ide pokok dan butir kunci, lebih pendek dari teks, tidak memuat informasi baru atau opini, dan tidak mengubah makna.
- Ringkasan tidak menyalin contoh kecil atau detail kecil.
- Synthesizing (menggabungkan teks dengan tabel, infografis, atau teks kedua): kesimpulan harus didukung oleh kedua sumber. Bila keduanya tidak cocok, soal biasanya menanyakan ketidakcocokan itu.
- Untuk tabel dan infografis, baca judul, satuan, dan keterangan lebih dulu; bedakan nilai tertinggi, nilai terendah, dan perubahan; samakan angka dan satuan antara teks dan tabel.
- Kalimat topik umumnya berada di awal paragraf, kadang di akhir. Kalimat lain adalah detail pendukung.
Jebakan.
- Mengelompokkan berdasarkan pengetahuan luar, bukan petunjuk di teks.
- Ringkasan yang hanya memuat satu detail dan melewatkan gagasan utama, atau yang menambahkan kesimpulan, saran, atau opini yang tidak tertulis.
- Kerangka dengan urutan terbalik atau butir yang hanya cocok untuk satu kalimat. Bandingkan dengan urutan paragraf.
- Pada soal sintesis, hanya membaca teks dan mengabaikan tabel atau sumber kedua.
- Menganggap hal yang tidak disebut teks sebagai “sesuai”.
Contoh singkat. Text: “(1) Many people in the city now ride bicycles to work. (2) Bicycles are cheap and do not cause air pollution. (3) They also help riders stay healthy. (4) However, some roads still have no bicycle lane.” Question: Which is the best summary? Options: A. Bicycles are cheap, but many roads are dangerous. B. Many city people now ride bicycles to work, and bicycles are cheap, clean, and healthy, although some roads still have no bicycle lane. C. Every road in the city should have a bicycle lane.
- Gagasan utama dari kalimat (1): banyak orang kota kini bersepeda ke tempat kerja.
- Alasan dari kalimat (2) dan (3): murah, tanpa polusi udara, dan menyehatkan; jumlahnya tiga.
- Batasan dari kalimat (4): sebagian jalan belum memiliki jalur sepeda.
- Pilihan A tidak memuat clean dan healthy, dan menambah kata dangerous yang tidak tertulis; A salah.
- Pilihan C berisi saran (should) yang tidak ada di teks; C salah.
- Pilihan B memuat gagasan utama, tiga alasan, dan batasan tanpa informasi baru; B benar.
Jawaban: B.
Contoh tambahan. Text: “The city park has three areas. The Garden Area has shady tables for picnics and resting. The Sports Area has a basketball court and a running track. The Quiet Corner has benches for reading.” Question: For each place, choose Relaxation or Exercise: Garden Area, Sports Area, Quiet Corner.
- Garden Area: picnics dan resting adalah kegiatan santai, jadi Relaxation.
- Sports Area: basketball court dan running track untuk berolahraga, jadi Exercise.
- Quiet Corner: benches for reading untuk kegiatan santai, jadi Relaxation.
- Tiap baris dinilai sendiri; pola jawaban baris pertama tidak otomatis berlaku untuk baris lain.
Jawaban: Relaxation, Exercise, Relaxation.
ING-03
Topik, Ide Pokok, Tujuan, Target Pembaca, Pesan Moral
Inti. Soal ini menguji pemahaman teks secara keseluruhan (pemahaman inferensial). Cari kalimat yang cakupannya paling luas, lalu periksa apakah kalimat lain mendukungnya.
Kaidah / strategi.
- Bentuk soal umum: “The text mainly talks about …”, “The best title is …”, “The writer’s purpose is …”, “The text is intended for …”, “What can be learned from the story?”.
- Topik (topic): pokok bahasan dalam satu frasa pendek.
- Ide pokok (main idea): kalimat lengkap tentang apa yang dikatakan penulis mengenai topik, mencakup seluruh teks.
- Topic sentence biasanya kalimat pertama atau terakhir paragraf; pada analytical exposition, ide pokok ada di kalimat thesis pada paragraf pertama. Kalimat lain berisi contoh, alasan, atau data pendukung.
- Bila tidak ada kalimat topik, gabungkan hal yang dibahas bersama oleh semua kalimat detail.
- Uji cakupan: cocokkan pilihan dengan tiap paragraf. Pilihan yang hanya cocok untuk satu paragraf terlalu sempit; pilihan yang melebihi isi teks terlalu luas.
- Tujuan penulis (author’s purpose) mengikuti jenis teks: descriptive = to describe; recount = to retell atau to inform; narrative = to entertain (disertai pesan moral); procedure = to instruct; analytical exposition = to persuade.
- Penanda to persuade: should, must, ought to, “it is important to”, “we need to”, disertai alasan.
- Penanda to instruct: kalimat perintah (mix, add, press) dan penanda urutan (first, next).
- Penanda to inform: fakta dan penjelasan. Penanda to entertain: cerita dengan tokoh dan alur.
- Target pembaca ditentukan dari topik, tingkat bahasa, dan sapaan; misalnya you dengan saran belajar dan contoh sekolah menunjuk pada pelajar.
- Pesan moral (moral value) ada pada narrative. Rumus: tindakan tokoh, akibatnya, lalu pelajaran umum. “Rina lied and lost her friends’ trust” menghasilkan pelajaran “Honesty builds trust”.
Jebakan.
- Memilih detail menarik yang hanya muncul di satu paragraf sebagai ide pokok.
- Pilihan yang menggunakan kata dari teks tetapi menggabungkan tema yang tidak dibahas semua paragraf, atau pilihan yang benar secara umum tetapi tidak dibahas teks.
- Menyamakan topik dengan ide pokok. Topik berupa frasa; ide pokok berupa kalimat yang membuat pernyataan.
- Menukar tujuan penulis (to inform) dengan isi teks (ide pokok).
- Menulis pesan moral sebagai ulangan cerita (“Rina lied”) dan bukan sebagai pelajaran umum.
- Menjawab berdasarkan pendapat sendiri tentang topik.
Contoh singkat. Text: “(1) Sleeping less than six hours a night makes it hard to concentrate. (2) Tired students also forget what they have learned more quickly. (3) Students should therefore go to bed before 10 p.m.” Question: What is the author’s purpose? Options: A. To inform readers about the history of sleep research. B. To persuade students to sleep earlier. C. To entertain readers with a story about a student.
- Kalimat (1) menyebut akibat kurang tidur terhadap konsentrasi; ini alasan.
- Kalimat (2) menyebut akibat lain, yaitu siswa lebih cepat lupa; ini alasan kedua.
- Kalimat (3) memakai should therefore, yaitu anjuran: kalimat topik berisi saran.
- Topik: tidur dan belajar siswa. Ide pokok: siswa sebaiknya tidur lebih awal karena kurang tidur mengganggu konsentrasi dan ingatan.
- Anjuran yang didukung alasan menunjukkan tujuan membujuk (to persuade). Pilihan A tidak ada sejarah penelitian di teks, dan C tidak memuat cerita atau tokoh.
Jawaban: B.
ING-04
Makna Kata dan Rujukan dalam Konteks
Inti. Soal vocabulary in context menanyakan arti kata sesuai kalimatnya; soal reference menanyakan kata atau gagasan yang diwakili pronoun. Ganti kata itu dengan pilihan jawaban, lalu uji maknanya. Perka tidak membuat butir kosakata terpisah; bagian ini adalah bekal untuk soal inferensial yang menanyakan makna.
Kaidah / strategi.
- Vocabulary in context: arti kata ditentukan oleh kalimat di sekitarnya, bukan arti kamus yang pertama. “Run a shop” berarti mengelola, bukan berlari.
- Langkah: baca kalimat di sekitarnya, cari petunjuk, ganti kata yang ditanyakan dengan tiap pilihan, lalu periksa apakah kalimat tetap logis dan benar.
- Petunjuk konteks berupa sinonim (“big, or enormous”), antonim atau kontras (but, however, unlike), contoh (such as, for example), definisi (is called), serta tanda baca (tanda hubung, kurung).
- Petunjuk kontras: “He was reluctant, but his sister was eager” berarti reluctant = unwilling, kebalikan dari eager.
- Petunjuk contoh: “Cereals, such as rice and wheat, are staple foods” berarti cereals adalah kelompok bahan makanan seperti padi dan gandum.
- Imbuhan membantu menebak arti: un-, dis-, in- (tidak); re- (lagi); -less (tanpa); -ful (penuh); -able (dapat). Misalnya reliable menjadi unreliable, careful menjadi careless.
- Satu kata dapat memiliki beberapa arti: book (buku atau memesan), light (ringan atau cahaya), run (berlari atau mengelola).
- Idiom ditebak dari konteks, bukan dari arti tiap kata: “a piece of cake” berarti very easy.
- Reference: pronoun merujuk ke kata benda yang cocok dalam jumlah (tunggal atau jamak) dan jenis (orang atau benda), biasanya di kalimat sebelumnya.
- They, them, their, these, those untuk jamak. It, its untuk tunggal bukan orang. This dan that untuk tunggal atau untuk seluruh gagasan kalimat sebelumnya.
- This + kata benda (this change, this idea) merujuk pada hal yang baru disebut di kalimat sebelumnya.
- Which merujuk ke kata benda tepat sebelumnya atau ke seluruh klausa: “He passed, which surprised everyone” (which = fakta bahwa ia lulus).
Jebakan.
- Memilih arti kamus yang paling umum padahal konteks menuntut arti lain, atau sinonim yang benar di kalimat lain tetapi salah di kalimat ini.
- Memilih kata benda terdekat sebagai rujukan tanpa memeriksa jumlah dan logika, misalnya they dipilih untuk benda tunggal.
- Mengabaikan but atau however yang membalik makna; pilihan berlawanan arti sering muncul karena kalimat memuat kontras.
- Mengartikan idiom secara harfiah.
Contoh singkat. Text: “(1) Because the road was slippery, the driver proceeded cautiously. (2) He kept the speed low and braked early.” Question: The word cautiously is closest in meaning to … Options: A. carefully B. quickly C. angrily
- Kalimat (1) menyebut sebab: jalan licin.
- Kalimat (2) menjelaskan perilaku pengemudi: kecepatan rendah dan mengerem lebih awal.
- Perilaku itu dilakukan dengan hati-hati.
- Uji penggantian: “the driver proceeded carefully” bermakna sama dengan kalimat asli; “quickly” bertentangan dengan “kept the speed low”; “angrily” tidak punya petunjuk di teks.
Jawaban: A.
Contoh tambahan. Text: “The bridge was closed, which caused long traffic jams.” Question: The word “which” refers to … Options: A. the bridge B. the fact that the bridge was closed C. the traffic jams
- Which diikuti kata kerja caused, sehingga yang menyebabkan kemacetan adalah sesuatu yang sudah disebut sebelumnya.
- Jembatan sebagai benda tidak menyebabkan kemacetan; penyebabnya adalah jembatan ditutup.
- Which di sini merujuk ke seluruh klausa sebelumnya, “the bridge was closed”.
- Pilihan C salah karena kemacetan adalah akibat yang disebut sesudah which.
Jawaban: B.
ING-05
Detail Pendukung, Perbandingan, dan Urutan Kejadian
Inti. Soal ini menguji susunan informasi (pemahaman inferensial): detail pendukung, perbandingan, dan urutan kejadian. Tandai kata penghubung yang menunjukkan hubungan itu, lalu susun informasinya.
Kaidah / strategi.
- Supporting details: fakta tambahan berupa contoh, alasan, data, atau penjelasan yang mendukung ide pokok.
- Bentuk soal detail pendukung: “Which detail best supports the idea that …?” dan “Which information would make the paragraph more convincing?”.
- Uji dukungan: detail mendukung klaim X bila menjawab “bagaimana kita tahu?” atau “contohnya apa?” untuk X. Detail yang baik relevan dan spesifik (angka, contoh, bukti).
- Penanda detail: for example, for instance, such as, in addition, also, first, second.
- Jangan pilih kalimat yang hanya mengulang isi paragraf, yang keluar dari topik, atau yang bertentangan dengan ide pokok.
- Perbandingan: persamaan dan perbedaan dua hal (tokoh, waktu, tempat, benda, gagasan). Buat tabel mini dengan kolom A dan B, isi atribut yang sama (pekerjaan, waktu, hasil), baru cocokkan dengan pilihan.
- Penanda persamaan: similarly, likewise, both, also, as well as, just like, the same as.
- Penanda perbedaan: but, however, in contrast, whereas, unlike, on the other hand, different from, dan while (sedangkan).
- Bentuk pembanding: -er / more … than (lebih); as … as (sama); the -est / the most (paling). Contoh: “The north trail is longer than the east trail.”
- Urutan kejadian: ikuti penanda waktu dan bentuk kata kerja, bukan hanya urutan paragraf. Cerita dapat memuat flashback.
- Penanda urutan: first, then, next, after that, afterward, meanwhile, finally, at last; penanda waktu lain: before, after, when, by the time, while (bersamaan). Tahun dan jam juga menunjukkan urutan.
- Had + V3 (past perfect) menandai kejadian yang terjadi lebih dulu daripada kejadian lampau lain: “When we arrived, the show had started” berarti pertunjukan mulai lebih dulu.
- While bermakna ganda; tentukan dari konteks. Waktu (bersamaan): “While she cooked, he cleaned.” Kontras (sedangkan): “Tom likes tea, while Ann likes coffee.”
- Pada soal urutan, buat daftar singkat kejadian berurutan (di kertas coret bila tersedia) sebelum memilih.
Jebakan.
- Memilih detail yang menarik tetapi tidak berkaitan dengan ide pokok paragraf.
- Urutan di teks tidak selalu sama dengan urutan kejadian, misalnya bila teks menyebut kejadian terakhir lebih dulu dengan after atau before. Susun berdasarkan waktu kejadian, bukan urutan kalimat.
- Membalik pembanding (A lebih … daripada B tertukar), atau menyebut persamaan padahal teks menyatakan perbedaan. Periksa subjek pernyataan dan penanda seperti whereas dan similarly.
- Pilihan yang menggeneralisasi (all, always) padahal teks hanya membandingkan dua hal.
Contoh singkat. Text: “(1) Lina wakes up at five. (2) After she prepares breakfast, she walks her little brother to school. (3) Before going to her own class, she buys a notebook at the kiosk.” Question: What does Lina do immediately before she buys a notebook?
- Kalimat (1): bangun pukul lima; ini kejadian 1.
- Kalimat (2): after menunjukkan menyiapkan sarapan (kejadian 2) mendahului mengantar adik ke sekolah (kejadian 3).
- Kalimat (3): before going to her own class menunjukkan membeli buku tulis (kejadian 4) mendahului masuk kelas (kejadian 5), walaupun masuk kelas disebut lebih dulu dalam kalimat.
- Urutan kejadian: bangun, menyiapkan sarapan, mengantar adik, membeli buku tulis, masuk kelas.
- Kejadian tepat sebelum membeli buku tulis adalah mengantar adik ke sekolah; menyiapkan sarapan terjadi lebih awal.
Jawaban: She walks her little brother to school.
Contoh tambahan. Text: “Rafi and Salma both joined the science fair. Rafi built a solar-powered fan, while Salma tested how plants grow under different lights. Both finished their projects a week early.” Question: Which statement is true? Options: A. Rafi studied plants. B. Salma built a fan. C. They chose different projects, but both finished early. D. Salma finished later than Rafi. E. Both built fans.
- Tabel mini: Rafi membuat kipas tenaga surya; Salma menguji cahaya untuk pertumbuhan tanaman; keduanya selesai satu minggu lebih awal.
- While di sini bermakna kontras (sedangkan): proyek keduanya berbeda.
- Pilihan A dan B menukar proyek kedua anak; keduanya salah.
- Pilihan D dan E bertentangan dengan “both finished a week early” dan dengan perbedaan proyek.
- Pilihan C sesuai dengan tabel mini.
Jawaban: C.
ING-06
Hubungan Sebab-Akibat dan Kata Penghubung
Inti. Soal ini menanyakan alasan kejadian, akibatnya, atau fungsi kata penghubung (connector). Tentukan sebab dan akibat, lalu periksa kata penghubungnya.
Kaidah / strategi.
- Bentuk soal: “Why …?”, “What caused …?”, “What was the result of …?”.
- Langkah: temukan dua bagian yang dihubungkan, tentukan mana yang terjadi lebih dulu (sebab) dan mana akibatnya, lalu periksa kata penghubungnya.
- Sebab: because, since, as, due to, because of, owing to, caused by, the reason is.
- Because, since, as + klausa. Due to, because of, owing to + kata benda atau frasa benda: “because of the noise” benar, “because of it was noisy” salah.
- Since dan as bermakna sebab bila diikuti klausa alasan: “Since it rained, the match was cancelled.” “Since 2010” menyatakan waktu. “As she walked home, it rained.” menyatakan waktu (as berarti ketika).
- Akibat: so, therefore, thus, as a result, consequently, hence, that is why, so … that.
- Tujuan: so that, in order to, to + kata kerja bentuk dasar. Contoh: “She saved money to buy a laptop.”
- Kontras: but, however, yet, whereas, while, on the other hand, nevertheless.
- Konsesi (hasil berlawanan dengan dugaan): although, though, even though, despite, in spite of. “Although it rained, the match continued.”
- Although, though, even though + klausa. Despite, in spite of + kata benda atau bentuk -ing: “despite the rain”. Bila diikuti klausa, pakai the fact that: “despite the fact that it rained”.
- Syarat: if, unless (= if not), as long as, provided that. Tambahan: and, also, moreover, in addition, furthermore, besides.
- Bila tidak ada kata penghubung, tanyakan kejadian mana yang membuat kejadian lain terjadi. Paragraf berikutnya dapat berfungsi sebagai alasan, contoh, atau akibat dari paragraf sebelumnya.
- Pilih hubungan yang masuk akal dan didukung kalimat di teks.
Jebakan.
- Membalik sebab dan akibat. “X because Y”: Y adalah sebab. “X. As a result, Y”: Y adalah akibat.
- Menganggap dua kejadian berurutan otomatis sebagai sebab-akibat. Pilih sebab yang dinyatakan atau jelas disiratkan teks.
- Pilihan yang bertata bahasa benar tetapi hubungan maknanya salah, misalnya however dipakai untuk menyatakan sebab.
- Alasan yang masuk akal tetapi tidak ada di teks.
- Menukar although dengan because. Although menyatakan pertentangan: hasilnya berlawanan dengan dugaan.
- Menukar despite (+ kata benda atau -ing) dengan although (+ klausa).
- Menyebut hal yang terjadi sesudahnya sebagai sebab. Sebab biasanya terjadi lebih dulu atau bersamaan; pengecualiannya kalimat tujuan (so that, in order to), yang menyebut hasil yang diinginkan di masa depan: “She studies hard so that she will pass the exam.”
- Membaca since atau as sebagai sebab padahal menyatakan waktu.
Contoh singkat. Text: “(1) The match was postponed because of heavy rain. (2) As a result, the players had to wait until Sunday.” Question: Why did the players have to wait until Sunday?
- Kalimat (1): because of menandai heavy rain sebagai sebab penundaan pertandingan.
- Kalimat (2): as a result menandai kalimat (2) sebagai akibat dari kalimat (1).
- Rantai: hujan lebat, pertandingan ditunda, pemain menunggu sampai hari Minggu.
- Sebab langsung dari menunggu sampai hari Minggu adalah penundaan pertandingan; hujan lebat adalah sebab awal.
Jawaban: Because the match was postponed.
ING-07
Karakter Tokoh dan Prediksi Kelanjutan Teks/Cerita
Inti. Soal ini bersifat inferensial: jawabannya tidak tertulis langsung. Kumpulkan bukti dari teks, lalu pilih kesimpulan yang didukung bukti dan tidak bertentangan dengan bagian teks mana pun.
Kaidah / strategi.
- Sifat tokoh (character traits) disimpulkan dari tindakan, ucapan, pikiran, dan reaksi tokoh lain, terutama saat tokoh menghadapi pilihan atau kesulitan. Satu kata sifat dari narator bukan bukti yang cukup.
- Rumus: tindakan ditambah akibat menghasilkan sifat. “Ran to get the first aid kit” menunjukkan responsible dan cepat bertindak.
- Sifat positif: diligent (rajin), honest, generous, brave, patient, responsible, humble, curious, creative, caring.
- Sifat negatif: selfish (egois), lazy, arrogant (sombong), dishonest, impatient, careless (ceroboh), stubborn (keras kepala), greedy (serakah).
- Perasaan bersifat sementara: nervous, anxious, thrilled (sangat senang), disappointed, relieved (lega), embarrassed, proud, bored. Sifat bersifat tetap. Soal personality menanyakan sifat.
- Dialog menunjukkan sifat melalui pilihan kata: kalimat kasar menunjukkan rude atau impatient; kalimat yang menenangkan menunjukkan caring.
- Pada soal pilihan ganda kompleks tentang sifat, uji tiap pilihan: tindakan mana di teks yang membuktikan sifat itu? Bila tidak ada bukti, pilihan itu tidak dipilih.
- Prediksi kelanjutan (What will most likely happen next?): pilih kelanjutan yang paling didukung oleh kejadian terakhir, rencana, harapan, atau konflik yang sudah ada. “Most likely” berarti paling mungkin, bukan pasti.
- Kata yang sering memberi petunjuk kelanjutan: decided to, was about to, planned to, hoped to, promised to. Rencana “to save for a bike” mengarah ke “will keep saving”. Had never menunjukkan pengalaman tokoh yang dapat memengaruhi kelanjutan.
- Kalimat terakhir sering memuat rencana atau harapan: “I hope to work in a sports club again” mengarah ke mencari kesempatan serupa.
Jebakan.
- Sifat yang bertentangan dengan tindakan tokoh, atau yang hanya cocok untuk satu kalimat. Sifat harus didukung tindakan penting tokoh.
- Menyamakan perasaan sesaat (nervous, sad) dengan sifat tetap (shy, pessimistic). Periksa apakah soal menanyakan sifat atau perasaan.
- Pilihan gabungan dua sifat yang hanya satu didukung teks (misalnya “confident and enjoys working alone”).
- Prediksi yang memuat tokoh, benda, atau kejadian baru yang belum disiapkan teks, atau yang paling dramatis. Pilih yang paling dekat dengan informasi di teks.
- Kesimpulan terlalu jauh (over-inference) di luar bukti teks, atau memasukkan pendapat pribadi tentang apa yang seharusnya terjadi.
Contoh singkat. Text: “(1) Dewi found a wallet on the bench. (2) Although she needed money for her bus fare, she ran to the security guard and handed it over.” Question: What kind of person is Dewi? Options: A. Honest B. Greedy C. Lazy
- Kalimat (1): ada kesempatan, yaitu dompet tanpa pemilik di bangku.
- Kalimat (2), bagian pertama: Dewi membutuhkan uang untuk ongkos bus; ini godaan.
- Kalimat (2), bagian kedua: Dewi tetap berlari dan menyerahkan dompet kepada petugas keamanan; ini tindakan.
- Tindakan menyerahkan dompet walaupun membutuhkan uang menunjukkan kejujuran.
- Pilihan B bertentangan dengan tindakan Dewi; pilihan C tidak punya bukti, bahkan Dewi berlari.
Jawaban: A.
Contoh tambahan. Text: “(1) Dewi found a wallet on the bench. (2) Although she needed money for her bus fare, she ran to the security guard and handed it over.” Question: What will most likely happen next? Options: A. The guard thanks Dewi. B. Dewi keeps the wallet. C. A stranger gives Dewi a car.
- Kejadian terakhir: Dewi menyerahkan dompet kepada petugas keamanan.
- Kecenderungan tokoh: Dewi jujur.
- Pilihan B bertentangan dengan tindakan Dewi.
- Pilihan C memuat tokoh dan kejadian baru yang tidak disiapkan teks.
- Pilihan A memakai tokoh yang sudah ada dan merupakan lanjutan langsung dari kejadian terakhir.
Jawaban: A.
ING-08
Fakta atau Opini, Realitas atau Fantasi
Inti. Soal ini menguji pembedaan fakta dan opini, serta realitas dan fantasi (kompetensi evaluasi dan apresiasi). Tanyakan apakah pernyataan dapat dicek dengan data, pengukuran, atau dokumen; bila dapat, itu fakta. Soal fakta dan opini menilai dapat tidaknya pernyataan dicek, bukan apakah pernyataan itu benar.
Kaidah / strategi.
- Fakta: pernyataan yang dapat diverifikasi dengan data atau pengamatan (angka, tanggal, nama, lokasi, kejadian). Contoh: “The river is 40 kilometers long.”
- Pernyataan yang dapat dicek tetapi ternyata salah tetap berupa klaim faktual, hanya saja keliru.
- Opini: penilaian, keyakinan, atau saran yang bergantung pada selera atau nilai. Contoh: “It is the most beautiful mountain in Indonesia.”
- Penanda opini: kata penilaian (best, worst, beautiful, boring, delicious, the most interesting) dan penanda sudut pandang (I think, in my opinion, seems).
- Penanda fakta: angka, tanggal, nama, “according to a 2023 survey”, “research shows”. Bentuk kata kerja tidak menentukan: opini juga dapat memakai simple present.
- Should, must, probably, seems, likely hanya petunjuk, bukan penentu. “Drivers must stop at a red light” adalah aturan yang dapat dicek di dokumen, sehingga fakta. “He will probably win” adalah prediksi, bukan fakta.
- Uji akhir: dapatkah pernyataan diperiksa dengan data atau dokumen? Ya berarti fakta; bergantung selera atau nilai berarti opini.
- Kalimat campuran: “The museum, which opened in 1998, is the most beautiful building in town”. Klausa pertama fakta, klausa kedua opini.
- Opini yang kuat disertai alasan dan bukti (data, pendapat ahli). Opini yang hanya memakai kata emosional bertujuan memengaruhi pembaca.
- Klaim hati-hati memakai may, might, could, tends to. Klaim absolut memakai all, never, everyone, always dan mudah salah atau berupa generalisasi.
- Realitas: hal yang dapat terjadi menurut hukum alam dan pengalaman sehari-hari. Fantasi: hal yang melanggar hukum alam, misalnya hewan berbicara, sihir, atau manusia terbang tanpa alat.
- Contoh: “A girl wins a race” realitas (walaupun jarang); “A tree gives advice” fantasi.
Jebakan.
- Kalimat yang memuat angka tetapi berisi penilaian, misalnya “The 10 best beaches are in Bali.” Kata best menjadikannya opini.
- Menganggap kalimat berangka pasti fakta padahal diawali “I believe …”.
- Menganggap kalimat yang terasa benar sebagai fakta, atau opini yang tampak seperti fakta karena kata tegas seperti “everyone knows”. Periksa apakah dapat diverifikasi.
- Pada kalimat dua klausa, menilai seluruhnya sebagai fakta atau opini padahal campuran.
- Menyamakan “tidak biasa” dengan fantasi. Hal yang jarang tetap realitas bila dapat terjadi.
Contoh singkat. Text: “(1) Mount Bromo is located in East Java. (2) It is the most beautiful mountain in Indonesia.” Question: Which sentence is an opinion?
- Kalimat (1) menyebut lokasi gunung; lokasi dapat dicek di peta atau dokumen, jadi fakta.
- Kalimat (2) memakai most beautiful, kata penilaian.
- Keindahan bergantung pada selera dan tidak dapat diukur, sehingga kalimat (2) tidak dapat diverifikasi dengan data.
- Kalimat yang tidak dapat diverifikasi dan bergantung pada penilaian adalah opini.
Jawaban: kalimat (2).
ING-09
Kecukupan Bukti, Kesesuaian, dan Tanggapan terhadap Teks
Inti. Soal ini termasuk kompetensi evaluasi dan apresiasi: menilai kecukupan dan validitas informasi, memilih bagian teks yang paling sesuai, serta menanggapi isi teks. Tentukan klaim penulis, lalu periksa apakah buktinya banyak, spesifik, akurat, dan berhubungan langsung dengan klaim itu.
Kaidah / strategi.
- Kecukupan (sufficiency): apakah bukti cukup banyak dan lengkap untuk mendukung klaim. Validitas: apakah bukti akurat; bandingkan dengan sumber lain (tabel atau teks kedua) bila ada.
- Uji bukti: apa klaimnya, apa bukti spesifiknya (angka, contoh, sumber), apakah cukup banyak, dan apakah ada sudut pandang lain yang diabaikan.
- Klaim umum (misalnya “all students”, “always”) memerlukan lebih dari satu atau dua contoh. Satu kejadian tidak cukup untuk menyatakan hal umum.
- Bukti kuat: data dan angka, hasil penelitian, pendapat ahli yang relevan, atau contoh yang cukup banyak dan mewakili. Bukti lemah: satu pengalaman pribadi, anggapan umum, atau pernyataan tanpa sumber.
- Bukti relevan bila langsung berkaitan dengan klaim. Bukti tentang hal lain, walaupun benar, tidak mendukung klaim.
- Validitas data: bila angka di teks berbeda dengan sumber kedua, informasi itu tidak akurat.
- Kesesuaian bagian teks: pilih kutipan yang benar-benar menunjukkan ciri yang diklaim, lewat tindakan, ucapan, atau gambaran konkret. Klaim “peaceful” dibuktikan oleh kata calm, quiet, soft, bukan oleh fakta lokasi. Soal ini sering berbentuk pilihan ganda kompleks.
- Bahasa penulis: imagery (penglihatan, suara, bau, rasa, sentuhan) dan pilihan kata membentuk suasana dan nada (tone).
- Tone positif (enthusiastic, admiring), negatif (critical, sarcastic, worried), atau netral (objective, informative). Tentukan tone dari seluruh paragraf, bukan satu kata.
- Tanggapan terhadap isi menyebut perasaan atau pendapat dan alasannya dari teks: “I agree because the text explains that …”, “The story is touching because the character …”, “I felt worried because the path was getting dark.”
Jebakan.
- Menyatakan bukti cukup hanya karena kejadiannya nyata. Nyata belum berarti cukup untuk klaim umum.
- Contoh yang sedikit atau tidak mewakili tetap tidak cukup. Tiga siswa belum membuktikan “semua siswa”.
- Memilih kutipan yang bertopik sama tetapi tidak mendukung klaim (relevan belum tentu mendukung).
- Pada pilihan ganda kompleks, berhenti di satu pilihan, atau memilih semua pilihan tanpa menguji tiap kutipan.
- Menilai bukti dengan setuju atau tidak setuju secara pribadi.
- Memberi tanggapan yang tidak merujuk ke isi teks atau yang bertentangan dengan nada teks.
Contoh singkat. Text: “(1) Our school should ban mobile phones. (2) Last week, a student was distracted by a phone and did not hear the safety announcement.” Question: Is the evidence enough to support the writer’s claim? Options: A. Yes, because it is a real event. B. No, because one incident does not show that phones cause problems in general. C. Yes, because the announcement was about safety.
- Klaim penulis (kalimat 1): larangan ponsel berlaku untuk seluruh sekolah, jadi cakupannya umum.
- Bukti (kalimat 2): satu siswa dalam satu kejadian.
- Relevan: ya, karena ponsel mengalihkan perhatian siswa.
- Cukup: tidak, karena satu kejadian tidak menunjukkan masalah yang umum, dan tidak ada data tentang pengaruh ponsel secara umum.
- Pilihan A salah karena nyata belum berarti cukup; pilihan C salah karena topik pengumuman tidak menambah jumlah bukti.
Jawaban: B.
Contoh tambahan. Text: “The old lighthouse stands on a cliff. Its paint has peeled away, and the wind howls through broken windows.” Question: Which sentence best supports the claim that the lighthouse is neglected? Options: A. The lighthouse stands on a cliff. B. Its paint has peeled away, and the wind howls through broken windows. C. The lighthouse is tall.
- Neglected berarti tidak dirawat.
- Bukti perawatan yang kurang adalah kondisi fisik yang rusak.
- Cat mengelupas dan jendela pecah adalah kondisi rusak yang konkret.
- Pilihan A menyebut lokasi dan pilihan C menyebut ukuran; keduanya tidak menunjukkan perawatan.
Jawaban: B.
ING-10
Jenis Teks I: Descriptive, Recount, Narrative
Inti. Soal jenis teks menanyakan tujuan, struktur, atau ciri kebahasaan. Tentukan isi teks (ciri, urutan kejadian, atau masalah), lalu cocokkan dengan strukturnya. Mengenali jenis teks membantu menemukan ide pokok, urutan, karakter, dan pesan dengan cepat.
Kaidah / strategi.
- Descriptive menggambarkan ciri seseorang, benda, atau tempat tertentu.
- Struktur: Identification (apa atau siapa yang dideskripsikan), Description (ciri, bagian, sifat).
- Ciri kebahasaan: terutama simple present; be dan have; kata kerja penghubung (is, looks, feels); kata sifat; frasa benda panjang; perbandingan (misalnya “as soft as cotton”).
- Simple past dipakai bila yang dideskripsikan sudah tidak ada.
- Soal khas: detail ciri dan suasana.
- Recount menceritakan ulang pengalaman atau kejadian yang sudah terjadi.
- Struktur: Orientation (siapa, kapan, di mana), Events (urutan kejadian), Re-orientation (penutup, opsional).
- Ciri kebahasaan: simple past; penanda waktu (first, then, after that); kata kerja tindakan.
- Perasaan atau penilaian penulis biasanya ada di re-orientation (kalimat akhir). Soal khas: urutan dan kesan penulis.
- Narrative menghibur dengan cerita yang memuat masalah dan penyelesaiannya.
- Struktur: Orientation, Complication (masalah), Resolution (penyelesaian), dan kadang Coda (pesan).
- Ciri kebahasaan: terutama simple past, juga past continuous dan past perfect; kata kerja tindakan dan ucapan; dialog (dapat memakai tense lain); penanda waktu dan tempat.
- Simple past untuk kejadian selesai; was/were + V-ing untuk kegiatan yang sedang berlangsung ketika kejadian lain terjadi: “While she was walking, she found a key.”
- Soal khas: karakter, konflik, dan pesan moral.
- Pembeda cepat: ada masalah dan penyelesaian berarti narrative; pengalaman berurutan tanpa konflik utama berarti recount; fokus pada ciri satu objek tanpa urutan waktu berarti descriptive.
- Teks pada TKA panjangnya sekitar 200–350 kata dengan kosakata sehari-hari (tingkat A2 atau B1).
Jebakan.
- Menyebut recount sebagai narrative karena sama-sama memakai simple past. Periksa ada tidaknya masalah yang harus diselesaikan.
- Menyebut teks tentang satu tempat sebagai recount karena ditulis dari pengalaman. Bila isinya ciri dan bukan urutan kejadian, teks itu descriptive.
- Pada descriptive, memilih ciri yang tidak disebut teks, atau memilih tense yang salah untuk hal yang ada sekarang (pakai simple present).
- Mengabaikan paragraf terakhir yang memuat kesan penulis atau pesan.
- Menentukan urutan kejadian dari susunan paragraf, bukan dari penanda waktu.
- Menganggap tokoh “I” pada narrative selalu penulis yang sebenarnya.
Contoh singkat. Text: “(1) Last Sunday, my family visited Taman Mini. (2) We rode the cable car and ate lunch near the lake. (3) We went home at six in the evening.” Question: What type of text is this?
- Kalimat (1) memuat waktu lampau (last Sunday), pelaku (my family), dan tempat (Taman Mini): ini orientation.
- Kalimat (2) dan (3) menyebut kejadian berurutan dalam simple past: naik kereta gantung, makan siang, pulang.
- Teks tidak memuat masalah yang harus diselesaikan, sehingga bukan narrative.
- Teks menceritakan ulang pengalaman berurutan, bukan menggambarkan ciri satu tempat, sehingga bukan descriptive.
Jawaban: Recount.
Contoh tambahan. Text: “(1) One afternoon, Raka was flying a kite in the field. (2) Suddenly, the string broke and the kite flew into a tall tree. (3) Raka tried to climb the tree, but the branches were too high. (4) Then he asked his neighbor for a long ladder, and together they took the kite down. (5) Raka learned that asking for help can solve a problem.” Question: Which sentence introduces the complication? Options: A. Sentence (1) B. Sentence (2) C. Sentence (4) D. Sentence (5)
- Kalimat (1) menyebut siapa, kapan, dan di mana: orientation.
- Kalimat (2) memunculkan masalah: layang-layang tersangkut di pohon tinggi. Ini awal complication.
- Kalimat (3) memperlihatkan usaha yang gagal; masalah masih berlanjut.
- Kalimat (4) menyelesaikan masalah: resolution.
- Kalimat (5) berisi pesan: coda.
Jawaban: B.
ING-11
Jenis Teks II: Procedure dan Analytical Exposition
Inti. Procedure menjelaskan cara membuat atau melakukan sesuatu lewat langkah berurutan. Analytical exposition meyakinkan pembaca dengan posisi penulis dan alasannya. Soal menanyakan tujuan, urutan langkah, fungsi kalimat, atau bagian struktur.
Kaidah / strategi.
- Procedure bertujuan to instruct.
- Struktur: Goal (judul atau tujuan), Materials (bahan dan alat), Steps (langkah berurutan).
- Kalimat perintah (imperative) memakai bentuk dasar kata kerja: mix, pour, press. Larangan memakai do not, misalnya “Do not touch.”
- Penanda urutan: first, next, then, after that, meanwhile, finally. Ada juga keterangan cara, waktu, dan jumlah.
- Soal procedure menanyakan langkah sebelum atau sesudah, tujuan suatu langkah, alat atau bahan, dan peringatan.
- Perhatikan kata before, after, until, once, when yang menentukan kapan langkah dimulai atau selesai. “Wait until it cools” berarti tunggu sampai dingin sebelum lanjut; “Once it boils, reduce the heat” berarti setelah mendidih.
- Analytical exposition bertujuan to persuade, yaitu meyakinkan pembaca bahwa suatu gagasan atau isu benar atau penting.
- Struktur: Thesis (topik dan posisi penulis), Arguments (alasan, penjelasan, dan bukti), Reiteration (penegasan ulang posisi).
- Thesis ada di paragraf pertama, sering di kalimat terakhir paragraf pembuka tetapi dapat di awalnya. Reiteration ada di paragraf akhir, sering diawali In conclusion, Therefore, atau For these reasons, dan memuat posisi yang sama dengan thesis dalam kata lain.
- Ciri kebahasaan: simple present; modal (should, must, ought to, need to); kata penghubung argumen (firstly, secondly, moreover, in addition, for example, therefore); kata penilaian.
- Analytical exposition bukan informasi netral; tujuannya membujuk.
Jebakan.
- Mengacaukan urutan langkah procedure, atau melewatkan kata before, after, until. Urutan yang benar adalah urutan di teks atau yang ditunjukkan penanda urutan, bukan urutan yang tampak lebih logis.
- Pilihan yang menyebut langkah yang benar tetapi pada waktu yang salah.
- Menyamakan thesis dengan salah satu argumen. Thesis memuat topik dan posisi penulis, boleh disertai ringkasan argumen yang akan dibahas; alasan yang diuraikan, data, dan contoh berada di Arguments.
- Memilih fakta yang bertentangan dengan thesis sebagai pendukung.
- Menyebut teks sebagai analytical exposition hanya karena ada opini. Teks itu harus berargumen untuk satu posisi dengan alasan yang tertata.
Contoh singkat. Text: “(1) Drinking enough water is important for students. (2) Students who drink enough water concentrate better in class. (3) Therefore, enough drinking water is essential for students’ learning.” Question: What is the function of the first sentence?
- Kalimat (1) menyebut topik (minum air yang cukup) dan pendapat penulis (penting bagi siswa).
- Kalimat (2) memberi alasan: siswa yang cukup minum lebih fokus di kelas; ini argumen.
- Kalimat (3) diawali Therefore dan mengulang posisi yang sama dengan kata lain; ini reiteration.
- Kalimat yang memuat topik dan posisi penulis di awal teks adalah thesis.
Jawaban: To state the writer’s position (thesis).
Contoh tambahan. Text: “How to Make Iced Tea. Boil two cups of water. Add three tea bags and wait for five minutes. Remove the tea bags, then add sugar while the tea is still warm. Let it cool, and serve it with ice.” Question: What should you do right after removing the tea bags? Options: A. Add ice B. Boil the water C. Add sugar D. Wait five minutes E. Serve the tea
- Cari langkah “remove the tea bags” di teks.
- Kata then sesudahnya menunjukkan langkah berikutnya: add sugar.
- Menunggu lima menit terjadi sebelum tea bags diangkat, sehingga D salah.
- Merebus air adalah langkah pertama (B salah); es dan menyajikan teh adalah langkah terakhir (A dan E salah).
Jawaban: C.
ING-12
Bekal Membaca: Waktu, Kepastian, dan PelakuPrioritas rendah
Inti. Tata bahasa bukan butir uji; TKA Bahasa Inggris hanya menguji membaca. Segmen ini hanya memuat bentuk yang membantu memahami waktu kejadian, tingkat kepastian, pelaku, dan hubungan antarkalimat di bacaan.
Kaidah / strategi.
- Waktu: simple past (V2) untuk kejadian selesai; present perfect (have/has + V3) untuk kejadian lampau yang masih berkaitan dengan sekarang (petunjuk: since, for, already, yet); past perfect (had + V3) untuk kejadian yang terjadi lebih dulu daripada kejadian lampau lain; simple present untuk fakta dan kebiasaan; will atau be going to untuk rencana atau prediksi.
- Pelaku: pada kalimat passive (be + V3), subjek menerima tindakan; pelaku disebut dengan by atau tidak disebut. “Was explained by the coach” tetap berarti coach yang menjelaskan.
- Kepastian: must (dugaan kuat, atau wajib), should (saran), may/might/could (kemungkinan). “He must be tired” berarti dugaan bahwa ia lelah.
- Kalimat dengan if: if + present menyatakan kebenaran umum atau kemungkinan nyata; if + past, would + V1 dan if + had + V3, would have + V3 menyatakan pengandaian, yaitu kenyataannya berlawanan.
- Relative clause (who, which, that, whose, where) menerangkan kata benda di depannya, sehingga membantu menentukan rujukan.
Jebakan.
- Mengabaikan bentuk kata kerja saat menentukan urutan kejadian: had + V3 berarti terjadi lebih dulu.
- Membaca kalimat pengandaian (if + past atau if + had + V3) sebagai kejadian nyata.
- Membaca may atau might (mungkin) sebagai pasti, atau must sebagai kewajiban padahal artinya dugaan.
Contoh singkat. Text: “If the dam had not been repaired, the village would have been flooded.” Question: What can be concluded from the sentence?
- Kalimat memakai pola if + had + V3, would have + V3 dalam bentuk passive: had not been repaired dan would have been flooded.
- Pola itu menyatakan pengandaian terhadap masa lalu; kenyataannya berlawanan dengan isi kedua klausa.
- Kebalikan dari “bendungan tidak diperbaiki” adalah “bendungan diperbaiki”.
- Kebalikan dari “desa akan kebanjiran” adalah “desa tidak kebanjiran”.
Jawaban: The dam was repaired, so the village was not flooded.
ING-13
Bentuk Soal dan Strategi Mengerjakan
Inti. Ada tiga bentuk soal: pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks MCMA (pilih semua pernyataan yang benar), dan kategori. Soal dapat berdiri sendiri (tunggal) atau berkelompok (satu teks untuk beberapa soal). Periksa setiap pernyataan sendiri terhadap teks.
Kaidah / strategi.
- Soal tunggal berdiri sendiri. Soal grup memakai satu teks untuk beberapa soal: baca teks sekali, lalu jawab semua soalnya.
- Pilihan ganda biasa: satu jawaban benar. Coret pilihan yang bertentangan dengan teks, tidak ada di teks, di luar topik, terlalu ekstrem, atau hanya sebagian benar; bandingkan sisa pilihan dengan teks.
- MCMA (Click on every correct answer): jumlah jawaban benar tidak ditentukan, bisa satu atau lebih. Periksa tiap pilihan sendiri, tulis centang atau silang beserta kalimat buktinya, dan jangan berhenti pada jawaban benar pertama.
- Pilih semua pilihan yang didukung teks dan jangan pilih yang tidak didukung. Ikuti petunjuk di layar ujian mengenai cara menjawab dan menilai.
- Kategori: beberapa pernyataan, tiap pernyataan dijawab dengan salah satu dari dua pilihan (misalnya Relaxation/Conservation, True/False, Sesuai/Tidak sesuai). Tiap baris adalah soal sendiri; cari bukti per baris. Pernyataan benar hanya bila seluruh isinya sesuai teks; bila satu bagian salah, pernyataan itu salah.
- Soal NOT, EXCEPT, dan which is not mentioned meminta pilihan yang salah atau tidak ada di teks. Tandai kata itu sebelum memilih.
- Kata ekstrem: always, never, only, all, every, none, must, completely. Pernyataan dengan kata ekstrem benar hanya bila teks menyatakannya secara tegas.
- Kata pelunak: some, often, usually, may, can, sometimes. Pernyataan dengan kata pelunak lebih sering benar, tetapi tetap dicocokkan dengan teks.
- Kata soal menunjukkan jenis jawaban: “implied / suggest / infer” berarti tersirat; “according to / stated” berarti tertulis; “best / most likely” berarti paling didukung teks.
- Strategi menurut jenis soal: detail = scanning; ide pokok = awal dan akhir paragraf; inferensi = bukti tersirat; kosakata = penggantian; rujukan = kata benda sebelumnya; fakta atau opini = kata penilaian.
- Urutan kerja: baca judul dan paragraf pertama dan terakhir, baca soal, baca teks sambil menandai kata kunci, jawab, lalu periksa ulang soal MCMA dan kategori.
- Jumlah soal, durasi, dan jumlah jawaban benar tidak ditetapkan di Perka. Pastikan lewat pengumuman panitia dan sekolah; angka dari sumber tidak resmi tidak dijadikan dasar.
- Teks yang dibaca berada pada tingkat A2 (200–300 kata) atau B1 (250–350 kata), dengan konteks sehari-hari, tempat kerja, atau akademik.
Jebakan.
- Menjawab dengan pengetahuan sendiri, bukan dari teks. Yang tidak tertulis atau tidak dapat disimpulkan dianggap tidak terbukti.
- Pernyataan yang sebagian benar tetapi memuat satu detail yang salah (angka, subjek, urutan). Periksa seluruh kalimat.
- Pernyataan dengan only atau always saat teks hanya menyebut satu contoh. Teks yang menyebut satu contoh tidak berarti contoh itu satu-satunya.
- MCMA: berhenti setelah menemukan satu jawaban benar. Kategori: menganggap semua baris berpola sama.
- Soal inferensi dijawab dengan menyimpulkan terlalu jauh di luar bukti teks.
- Tertarik pada pilihan yang menyalin frasa teks tetapi maknanya berbeda.
Contoh singkat. Text: “The museum is open daily except Monday. Entry is free for children under six.” Question: Select all the true statements. Statements: (1) The museum is open on Tuesday. (2) A five-year-old child pays no entry fee. (3) The museum is open on Monday.
- Pernyataan (1): kalimat pertama menyebut “daily except Monday”, jadi Selasa termasuk hari buka; benar.
- Pernyataan (2): kalimat kedua menyebut gratis untuk anak di bawah enam tahun, dan lima tahun kurang dari enam; benar.
- Pernyataan (3): “except Monday” berarti tutup pada hari Senin; salah.
- Pilih semua pernyataan yang benar dan jangan pilih yang salah.
Jawaban: pernyataan (1) dan (2).
Contoh tambahan. Text: “Our school garden has three beds. The first grows chili and tomatoes. The second grows herbs such as basil and mint. The third is empty now, but students plan to plant spinach next month.” Question: Select all statements supported by the text. Statements: (1) The garden has three beds. (2) Students already planted spinach. (3) Basil grows in the second bed. (4) The third bed is not used now. (5) Tomatoes grow in the second bed.
- Pernyataan (1): teks menyebut “three beds”; cocok.
- Pernyataan (2): bayam baru direncanakan (“plan to plant … next month”); tidak cocok.
- Pernyataan (3): bed kedua menanam herba seperti basil dan mint; cocok.
- Pernyataan (4): bed ketiga “empty now”; cocok.
- Pernyataan (5): tomat ada di bed pertama, bukan kedua; tidak cocok.
Jawaban: pernyataan (1), (3), dan (4).
STRATEGI
Strategi Waktu dan Pengerjaan Soal Membaca
- Hitung rata-rata waktu per soal dengan membagi total waktu dengan jumlah soal. Dengan 30 soal dalam 75 menit (sesuai ringkasan awal; ubah bila pengumuman panitia berbeda), rata-rata 75 ÷ 30 = 2,5 menit per soal.
- Contoh pembagian waktu: putaran pertama 2 menit per soal, yaitu 30 × 2 = 60 menit. Sisa waktu 75 − 60 = 15 menit dipakai untuk mengerjakan ulang soal yang ditandai.
- Baca pertanyaan dan pilihan dulu, baru teks. Perhatikan kata kunci: nama, angka, tanggal, dan kata tanya.
- Tentukan jenis teks dari tujuan dan strukturnya sebelum menjawab soal tentang isi, agar pola teks dapat dipakai.
- Bila beberapa soal memakai satu teks, baca teks itu sekali, lalu jawab semua soalnya.
- Dalam satu teks, kerjakan soal informasi eksplisit lebih dulu karena paling cepat. Soal inferensial dan evaluasi dikerjakan sesudahnya.
- Soal yang memerlukan waktu jauh lebih lama dari rata-rata: tandai, lewati, dan kerjakan pada putaran kedua (bila antarmuka ujian mengizinkan).
- Usahakan semua soal terisi sebelum waktu habis, termasuk dengan jawaban hasil eliminasi.
- Pada pilihan ganda kompleks dan kategori, periksa tiap pernyataan terhadap teks satu per satu.
- Hindari menebak berdasarkan pola jawaban.
- Waspadai kata ekstrem (always, never, only, all) dan kata tanya negatif (NOT, EXCEPT).
- Pilih jawaban berdasarkan teks, bukan pengetahuan pribadi. Coret pilihan yang tidak dapat ditunjukkan kalimat pendukungnya.